Cuaca Ekstrem: Hujan Deras Picu Longsor Beruntun di Bogor



Bencana tanah longsor yang terjadi di Kota Bogor, Jawa Barat, telah menimbulkan dampak signifikan terhadap masyarakat setempat. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah dan memaksa warga mengungsi, Senin (4/5). Bencana tersebut terjadi setelah dua hari berlangsungnya cuaca ekstrem dan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan bahwa intensitas hujan tinggi menjadi faktor utama penyebab kejadian tersebut. Hal ini diperparah oleh kondisi tanah yang labil serta erosi aliran sungai di beberapa titik. Dalam rentang waktu Minggu (3/5) hingga Senin (4/5), BPBD mencatat sedikitnya 12 kejadian bencana, dengan mayoritas berupa tanah longsor yang tersebar di berbagai kecamatan.

Salah satu peristiwa tanah longsor terjadi di Kelurahan Sukasari, Bogor Timur. Longsoran dengan ketinggian sekitar 30 meter menimpa lima rumah warga. Seorang warga dilaporkan mengalami luka di bagian kepala dan punggung akibat tertimpa material longsor. Di wilayah Pasir Kuda, Bogor Barat, tanah longsor juga terjadi dan menyebabkan penghuni rumah harus mengungsi ke rumah kerabat karena khawatir terjadi longsor susulan.

Di Ranggamekar, Bogor Selatan, longsor susulan merusak sebagian besar rumah warga dan menyebabkan satu korban luka ringan. BPBD mencatat kebutuhan mendesak di lokasi tersebut, termasuk pembangunan tembok penahan tanah (TPT), hunian sementara, serta bantuan logistik. Selain tanah longsor, banjir lintasan juga terjadi di Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, yang berdampak pada tiga kepala keluarga setelah air masuk ke dalam rumah dan sebuah ruko.

Di Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara, longsor menyebabkan tembok penahan tanah jebol. Akibatnya, air meluap dan merendam sekitar 20 rumah warga dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter. BPBD bersama unsur gabungan telah melakukan asesmen, pembersihan material, serta penanganan darurat di lokasi terdampak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyaluran terpal kepada warga yang terkena dampak.

“Beberapa rumah masih belum bisa dihuni karena berpotensi terjadi longsor susulan,” ujar Dimas. Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

BPBD juga terus memantau situasi di lokasi bencana dan berupaya memberikan bantuan secara cepat dan efektif. Pemulihan kondisi lingkungan serta pemulihan kehidupan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.