– Buat Anda yang berencana untuk istirahat setelah sahur, tersedia sejumlah saran yang dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Tetapi, saran-saran itu sungguh baik dan cocok untuk Anda yang mengidap asam lambung.
Sebetulnya tidur sesudah berbuka puasa tidak disarankan.
Namun terkadang, tertidur selama 1 jam masih sangat bernilai bagi mereka yang memiliki pekerjaan di keesokan hari.
Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, yang merupakan Ahli Endoskopi Gastrointestinal dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), menegaskan bahwa walaupun terasa sangat letih, lebih baik untuk istirahat selama dua jam usai sahur.
“Saran beliau adalah kita harus istirahat sesegera mungkin setelah dua jam makan karena makanan akan tinggal di perut kita selama 6-7 jam,” katanya pada suatu video yang dirujuk Senin (18/3/2024).
Rahasia Kesehatan 10 Hari Ramadhan Menurut Dr Zaidul Akbar: Konsumsilah Minuman Detox Ini Pada Waktu Berbuka dan Sahur
Bagaimana dampaknya jika seseorang tertidur selama 1-2 jam setelah sahur?
Dia mengatakan bahwa setelah berbuka puasa masih ada banyak makanan di perutnya.
Apabila terpaksa tidur dalam posisi berbaring telentang, makanan bisa saja kembali naik atau mengalami reflus.
Makanan yang kembali dari lambung ke kerongkongan.
Ini berarti, kebiasaan tidur setelah sahur dapat menyebabkan timbulnya gejala penyakit GERD (asam lambung naik).
” Tentu saja ini menjadi masalah untuk penderita asam lambung,” katanya.
Gejalanya umumnya berupa rasa hangat di dada seolah-olah terbakar serta mulut yang berasa pahit.
Keadaan ini sesungguhnya dapat dihindari.
“Anjurannya adalah menaikkan bantal kita, menggunakan dua hingga tiga bantal mungkin tak terlalu nyaman dibandingkan dengan menghadapi refluk,” jelas dr Ari.
Menurut data tahun 2017, antara 5 hingga 9,9 persen populasi total di Indonesia menderita Gerd, yang merupakan salah satu bagian dari kelompok penyakit terkait dengan keasaman perut.
Asma dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak.
Ari lebih jauh mengklarifikasi bahwa gerd tidak secara langsung menyebabkan kematian pada seseorang.
Gerd dikenal sebagai suatu kondisi jangka panjang yang dapat berkembang menjadi masalah di paru-paru atau organ tubuh lain serta timbulnya komplikasi.
Istirahat Sesudah Sahur Dalam Perspektif Kedokteran
Ternyata, melaksanakan sahur saat Ramadhan mengharuskan banyak orang untuk terjaga lebih awal dibanding biasanya.
Seringkali, orang-orang segera tertidur lagi setelah mengonsumsi makanan sahur akibat kesulitan melawan rasa kantuk.
Namun waspada, ternyata kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kondisi kesehatan.
Ada juga hadis Nabi yang mengupas tentang manfaat tidur setelah sahur.
Apa penjelasan lengkapnya? Mari kita periksa di bawah ini.
Mengutip dari Kompas.com pada artikelnya tersebut
‘Mungkinkah Beristirahat Setelah Sahuran? Inilah Penjelasannya’
, dokter Inge Permadi, MS, SpGK mengatakan bahwa ternyata tidur setelah sahur bukanlah hal yang dilarang.
“Metrabalisme tubuh tetap stabil meskipun kita tertidur,” demikian dia menjawab.
Namun, penting untuk memperhatikan selang waktu antara berhenti makan dan tidur.
Saat makanan memasuki tubuh kita, artinya tubuh kita sedang bekerja.
Bukan urusan sistem metabolisme dalam tubuh, namun makanan merupakan sumber energi.
Saat sumber energi tersebut tak digunakan oleh tubuh kita, maka akan menimbun,” paparnya.
Menurut Inge, makanan yang dikemas tersebut akan digunakan ketika sedang beraktifitas.
Itulah mengapa penting untuk memperhatikan selisih waktu antara makan dan tidur.
Maka dari itu, sebaiknya jangan langsung istirahat setelah berbuka puasa.
Tidur segera setelah berbuka puasa bisa menyebabkan seseorang lebih mudah terkena masalah pada sistem pencernaannya serta beberapa penyakit lainnya seperti yang disebut di bawah ini:
1. Peningkatan asam lambung
Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP sebagian pakar dalam bidang gastroenterologi serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyatakan bahwa secara langsung tertidur sesaat setelah berbuka puasa bukanlah saran yang baik untuk individu pada umumnya.
Di samping itu, disarankan untuk tidak segera tidur setelah berbuka puasa terutama bagi mereka yang menderita masalah maag atau penyakit asam lambung (GERD).
“Dia menyarankan untuk makan terakhir dua jam sebelum waktu tidur,” katanya.
Ari mengusulkan agar demi menghindari kelelahan, sebaiknya istirahat sambil setengah duduk dengan menggunakan bantal yang diposisikan lebih tinggi.
Karena ketika dalam posisi berbaring, makanan yang belum tercerna dengan baik bisa naik kembali ke kerongkongan bersama dengan asam lambung.
Asam lambung pada kerongkongan dapat menyebabkan iritasi atau cedera yang mengakibatkan masalah maag.
2. Gangguan pencernaan
Tiduran dalam posisi datar bisa mencegah pengeboran isi perut.
Apabila keadaan ini berlanjut, orang tersebut cenderung lebih muda mengidap masalah pada sistem pencernaannya.
Jenis masalah yang timbul tergantung pada jenis makanan yang di konsumsi selama berbuka puasa tersebut.
Maka dari itu, diperlukan konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan supaya proses pencernaan berjalan dengan lebih baik.
3. Penimbunan lemak
Pada waktu tidur, tubuh hanya menghabiskan sedikit energi sehingga asupan dari sahur belum terpakai untuk aktivitas sehari-hari.
Sehingga, jumlah makanan yang disimpan sebagai lemak akan bertambah.
Keadaan tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah terkena masalah perut buncit atau bahkan kegemukan apabila ia segera istirahat setelah berbuka puasa.
>>>Perbarui berita terbaru di Google News
