Pemantauan Hilal untuk Menentukan Idul Fitri 2025 Dilaksanakan di 33 Lokasi, Bali Tidak Termasuk


JAKARTA,

– Kemenag mengumumkan bahwa penyelenggaraan rukyatul hilal guna menentukan hari pertama Idul Fitri 1446 Hijriah atau tahun 2025 akan berlangsung di 33 lokasi yang telah ditetapkan.

Dirjen Bimas Islam dari Kemenag Abu Rokhmad menyebutkan bahwa ada satu lokasi pengamatan bulan baru di masing-masing propinsi, kecuali untuk Bali.

“Di Bali saat perayaan Nyepi, kami memutuskan untuk tidak melakukan rukyatul hilal di daerah tersebut. Kami saling menghargai,” jelas Rokhmad dalam pernyataannya pada hari Selasa, 18 Maret 2025.

Dia menyebutkan bahwa awalnya sidang isbat akan dimulai dengan Seminar Posisi Hilal Awal Syawal 1446 H yang berlangsung dari pukul 16:30 WIB sampai sebelum waktu maghrib tiba.

Kementerian Agama telah mengundang para diplomat asing, pakar astronomi, wakil-wakil dari organisasi masyarakat Islam, serta perwakilan dari LAPAN, BMKG, BRIN, Planetarium Bosscha, dan lembaga terkait lainnya.

“Persidangan Isbat diperkirakan dimulai pada waktu sekitar pukul 18.45 WIB dan akan dilaksanakan dengan tertutup,” jelasnya.

Pengumuman hasil sidang isbat untuk menentukan tanggal Idul Fitri tahun 2025 akan disampaikan dalam sebuah konferensi pers oleh Menag Nasaruddin Umar pada 29 Maret 2025 di kantor pusat Kementerian Agama, yang terletak di MH Thamrin, Jakarta.

Perlu dicatat bahwa menggunakan metode hisab dan rukyat untuk menentukan awal bulan Syawal adalah penerapan ajaran Islam.

Ini sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 2 Tahun 2024 mengenai Penentuan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.

Fatwa tersebut menyatakan bahwa penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah akan dijalankan dengan menggunakan metode hisab serta rukyah melalui pihak Pemerintah Republik Indonesia beserta Kementerian Agama untuk diberlakukan pada tingkat nasional.