Cara Unik Raffi Ahmad dan Sule Bantu Nunung, Sorotan ke Rumah di Cibubur



Keadaan finansial komedian Nunung sekarang cukup sulit.

Tanpa memiliki properti seperti rumah atau kendaraan bermotor di Jakarta, Nunung dan suaminya memilih untuk tinggal di penginapan sederhana.

Kondisi Nunung saat ini telah terdengar oleh rekannya seorang komedian, Sule.

Sule kemudian keluar dari situasi dengan bermaksud untuk menolong Nunung.

Namun berbeda dengan Raffi Ahmad yang memberikan uang, Sule bersedia meminjamkan rumahnya agar dapat dihuni oleh Nunung dan suaminya.

“Jadi yang kumaksud adalah aku punya rumah di Cibubur tapi tidak terpakai, jadi lebih baik kutawarin saja kepada dia,” ujar Sule seperti dilansir dalam acara Rumpi No Secret, pada hari Selasa (18/3/2024).

Merasa prihatin melihat sahabatnya harus membayarnya setiap bulan, sang ayah dari Rizky Febian pun mengusulkan solusi itu untuk meringankan tekanan finansial Nunung.

“Begitu artinya kalau dia menyewa kos maka harus membayar, jadi yang kuberikan adalah tawaran untuk menetap di tempat itu tanpa perlu membayar,” tambahnya.


Padahal Paula Verhoeven Janji Mau Berubah, Baim Wong Terlanjur Kecewa Usai Baca Isi Chat

Sebagai seorang ayah dari kelima anaknya, dia bersedia memenuhi seluruh kebutuhan rumah itu, mulai dari tagihan listrik sampai dengan perlengkapan dalam rumah.

“Bila tagihan listrik kelak akan dibayar, apakah ada yang kurang seperti lemari es? Nantinya kami akan menyediakan,” jelas Sule.

Sule berpendapat bahwa Nunung, yang menjadi tulang punggung keluarga, pantas untuk menerima bantuan serta dukungan.

Bila saya tetap membantunya, Insya Allah akan diberi pertolongan.

“Mbak Nunung ini merupakan tulang punggug keluarga, jadi tidak ada salahnya (saya membantunya),” katanya.

Jual Properti untuk Membiayai Kebutuhan Sehari-hari dan Perawatan Medis

Sekarang, Nunung pernah bercerita tentang kekesalannya karena harus tinggal di rumah kos dan memutuskan untuk menjual seluruh barang miliknya.

Nunung menyatakan bahwa dia dan suaminya, Iyan Sambiran telah menetap di kos-kosan selama tujuh bulan terakhir.

“Kira-kira tujuh atau delapan bulan lagi (masih tinggal di kos),” ujar Nunung, seperti dilaporkan dari YouTube Trans TV.

Keputusan itu tentu telah melewati berbagai pertimbangan matang dari Nunung.

Untuk memenuhi keperluan hidupnya, Nunung bersedia menjual seluruh harta miliknya.

Biaya perawatan medis turut membuat Nunung bersedia untuk menjual hartanya.

Iya, karena permintaan terus bertambah.

“Selain itu, saya perlu melanjutkan pengobatan secara konsisten karena tidak boleh ada hentinya, dan biayanya pun cukup tinggi,” ungkapnya.

“Biaya obatnya sungguh sangat tinggi,” lanjutnya.

Meskipun begitu, Nunung menyatakan bahwa dia tidak butuh banyak waktu untuk menentukan penjualan hartanya.

Hal utama bagi komedian dari Solo, Jawa Tengah tersebut adalah memastikan bahwa keperluan keluarganya telah tercukupi.

Sungguh tidak terlalu lama, jadi aku memutuskannya saja.

“Yang terpenting keluarganya di Solo merasa nyaman, kami di Jakarta tinggal di kos saja,” jelas Nunung.

Tak Ada Penyesalan

Walaupun kondisi keuangannya sekarang cukup ketat, Nunung tak pernah merasa menyesal menjadi tulang punggung bagi keluarganya yang besar selama bertahun-tahun.

Walaupun keadaannya saat ini tak sebaik dahulu, dia masih merasa berterima kasih karena telah dapat menolong keluarga dan kerabatnya.

“Nunung mengatakan bahwa dia tak pernah merasa penasaran karena di antara ketujuh saudaranya, dirinyalah yang dikurniai bakat oleh Tuhan dan juga karunia rejeki melimpah dari-Nya.” Hal ini disampaikannya saat berada di wilayah Tebet, Jakarta Selatan pada hari Minggu, 16 Maret 2025.

Neneng mengatakan bahwa dari keenam orang tersebut, ada saatnya mereka memerlukan bantuan saya.

Dia juga mengakui bahwa dalam agama Islam, memberikan bantuan kepada saudara kandung merupakan prioritas utama sebelum membantu orang lain.


Mantan Pengalaman Oleh Natasha Wilona, Verrel Bramasta Ungkap Sebab Cepat Perkenalkan Fuji Kepada Keluarganya

“Dalam agama Islam, yang harus dibantu pertama kali adalah keluarga sendiri jika kita mengikutinya, setelah itu barulah kepada orang lain. Meski begitu, aku juga sering membantu banyak orang lain lho,” jelasnya.

Namun, Nunung menyadari bahwa bisa jadi terdapat kekeliruan pada bagaimana dia menangani harta benda di waktu lampau.

Dia merasa terlampau asyik dalam upaya mengumpulkan harta tanpa memperhatikan bahwa kekayaan tak senantiasa didapat dengan ringan.

“Tetapi mungkin cara saya saat itu salah karena terpaku pada pikiran bahwa hidup saya adalah tentang mencari uang, bukan dicengkeram oleh uang,” ungkapnya.

“Maka itu, saya ingin merasakan kebahagian dengan dapat membuat keluarga saya senang,” tambah Nunung.


(/
Tribunnews.com
)