Berikut adalah informasi tentang gempabumi yang terjadi hari ini, Selasa (18/3/2025). Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebuah gempabumi telah mengguncang wilayah Keerom di Papua.
Perbarui, pusat guncangan gempa terakhir di Papua saat ini terletak sejauh 129 kilometer arah tenggara dari Keerom, Papua, menurut catatan BMKG.
Dari akun media sosial resmi X @infoBMKG, disebutkan bahwa gempa di Keerom, Papua dengan kekuatan magnitudo 4.1 M telah terjadi sekitar pukul 22:31 WIB.
Kedalaman dari Gempa Papua berada pada ketinggian 10 kilometer. Menurut informasi yang diberikan oleh BMKG, prioritas utama mereka adalah kecepatan, jadi hasil analisis datanya masih dalam proses dan belum sepenuhnya stabil.
PERBARUIAN: Gempa Kini Menggoyang Jayapura Papua Pada Hari Ini Selasa 18 Maret 2025, Lihat Informasi di BMKG
#Gempa Magnitudo:4.1, 18-Maret-2025 pukul 22:31:01 WIB, Titik:2.19 LS, 140.91 BT (129 km Tenggara Laut KEEROM-PAPUA), Ketebalan:10 Km #BMKG
Penjelasan: Prioritas utama informasi ini adalah kecepatannya, oleh karena itu proses pengolahan datanya belum mencapai stabilitas dan dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan peningkatan ketersediaan data.
Penjelasan: Prioritas utama informasi ini adalah kecepatannya, oleh karena itu proses pengolahan datanya belum mencapai stabilitas dan dapat diubah seiring dengan peningkatan ketersediaan data.
Berikut ini merupakan data tentang Indeks Masyarakat Mengenal Meteorologi (MMI) serta pelajaran yang bisa diambil sesuai dengan tingkatan MMI dari situs web BMKG.
I MMI
Guncangan dari gempa hanya terasa oleh sebagian orang di kondisi yang sangat ekstrem.
II MMI
Gelombang atau getaran dari suatu gempa dapat dirasakan sebagian orang, dan objek-ringan yang tergantung seperti lampu gantung pun ikut berayun.
III MMI
Guncangan dari gempa terasa sekali di dalam bangunan.
Guncangan dari lantai teras tampak seperti meningkat saat truk sedang melaju.
IV MMI
Di waktu siang, suara itu bisa didengar oleh banyak orang di dalam rumah, sementara sebagian kecil orang diluar merasakannya juga. Gerabah retak, jendela atau pintu bergetar dengan bunyi gemerisik, serta dinding ikut mengeluarkan suara.
V MMI
Gerakan dari guncangan gempa bisa dirasakan kebanyakan orang; mereka panik lari kesana kemari, piringan keramik retak atau pun pecah, peralatan jatuh di mana-mana, tiang serta objek besar nampak goyang-goyang, sementara bandul pada bel kentung mungkin berhenti bergerak.
VI MMI
Gelombang getaran dari guncangan gempa bumi dapat dirasakan oleh setiap individu.
Banyak orang kaget dan langsung melarikan diri, plester pada dinding rontok, serta cerobong asap di pabrik mengalami kerusakan meski hanya sedikit.
VII MMI
Setiap orang di dalam rumah pergi.
Rumah mengalami kerusakan kecil namun memiliki struktur dan konstruksi yang solid.
Pada struktur yang memiliki kualitas kurang memadai, timbul keretakan dan bahkan kehancuran, sementara itu cerobong asap juga mengalami patah.
VIII MMI
Rusak kecil pada struktur gedung yang kokoh.
Retaknya gedung yang memiliki struktur tidak memadai, tembok lepas dari kerangka rumah, chimneys pabrikan serta patung runtuh, air menjadi keruh.
IX MMI
Rusaknya gedung berkonstruksi tangguh, struktur atap mengalami penyimpangan dan retakan mulai muncul di mana-mana.
Kediaman itu nampak berpindah dari dasar semula.
Pipa-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Gedung berbahan dasar kayu yang kokoh hancur, kerangka bangunan terlepas dari fondasi, tanah retak dengan pola melingkar, longsoran terjadi di setiap aliran air dan area lereng.
XI MMI
Gedung-gedung yang hanya segelintir masih bertahan.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Saluran bawah tanah menjadi tak berguna, tanah retak, dan jalur kereta sangat berkelok-kelok.
XII MMI
Benar-benar hancur, terlihat ombak di atas permukaan tanah.
Lanskap menjadi suram, objek dilempar ke angkasa.
()