Kondisi Jembatan Leuwranji yang Memprihatinkan
Jembatan Leuwranji, yang berada di atas Sungai Cisadane dan terletak di perbatasan antara Kecamatan Rumpin dan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, kini dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Jembatan ini tidak lagi layak digunakan oleh kendaraan bertonase besar, karena kerusakan yang parah telah mengancam keamanan pengguna jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menyampaikan bahwa rekomendasi dari pihaknya adalah jembatan ini tidak dapat digunakan untuk kendaraan angkutan berkapasitas besar. Ia menegaskan bahwa konstruksi jembatan lama sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki.
“Tahun 2025 ini fokus pada pembahasan perolehan lahan dan penyusunan dokumen pengadaan. Rencananya pembangunan fisik akan dimulai tahun 2026,” ujar Suryanto Putra.
Dalam rangka menangani masalah ini, pihak dinas telah menerima arahan dari Bupati dan Wakil Bupati Bogor untuk segera merancang pembangunan jembatan baru. Proses ini melibatkan berbagai tahapan, mulai dari perencanaan hingga pengadaan lahan yang akan menjadi dasar pembangunan fisik.
Kunjungan Wakil Bupati Bogor ke Jembatan Leuwranji
Sebelumnya, Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, telah melakukan kunjungan langsung ke Jembatan Leuwranji. Pada kunjungannya tanggal 18 Juni 2025, ia bahkan turun ke kolong jembatan untuk memeriksa secara langsung kondisi struktur jembatan.
“Ikut melihat langsung kondisi Jembatan Leuwranji. Usianya sudah tua dan kondisinya rusak. Solusinya harus dibangun jembatan baru, dan jembatan lama direnovasi,” kata Jaro Ade dalam kesempatan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan para pengusaha dalam proses pembangunan jembatan baru. Menurutnya, kerja sama ini diperlukan agar dapat menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Saya berharap warga dan pengusaha bersatu padu membangun jembatan ini. Kita masih menunggu hibah tanah agar pembangunan bisa lebih leluasa,” tegas Jaro Ade.
Peran Jembatan Leuwranji dalam Lalu Lintas
Jembatan Leuwranji merupakan jalur utama yang sering dilalui truk-truk tambang dengan beban berat mencapai puluhan ton. Sayangnya, konstruksi jembatan ini hanya menggunakan rangka besi yang ditutup pelat baja dan dilapisi aspal hotmix, bukan cor beton yang lebih kokoh.
Hal ini membuat jembatan ini rentan terhadap kerusakan yang semakin parah. Selain itu, kondisi jembatan juga membahayakan pengguna jalan, terutama bagi kendaraan berat yang sering melewatinya.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun ada rencana pembangunan jembatan baru, beberapa tantangan masih harus dihadapi. Salah satunya adalah pengadaan lahan yang akan menjadi dasar pembangunan. Selain itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pengusaha setempat, agar proses pembangunan dapat berjalan lancar.
Pemerintah daerah berharap dengan adanya jembatan baru, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dapat meningkat. Selain itu, jembatan baru ini juga diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut, terutama dalam hal transportasi barang.
Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, diharapkan Jembatan Leuwranji dapat segera diperbaiki dan memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
