10 Hewan Langka Indonesia yang Terancam Punah

Daftar Hewan Langka di Indonesia yang Terancam Punah

Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat beragam, mulai dari daratan hingga lautan. Hal ini menjadikannya sebagai rumah bagi banyak spesies makhluk hidup. Diperkirakan ada sekitar 300 ribu spesies satwa liar yang tinggal di Indonesia, yaitu sekitar 17 persen dari total satwa liar dunia. Sayangnya, tidak semua spesies tersebut aman. Banyak dari mereka menghadapi ancaman kepunahan akibat kerusakan habitat dan eksploitasi.

Berikut adalah beberapa hewan langka di Indonesia yang kini semakin sulit ditemukan:

1. Kedih



Kedih atau Presbytis thomasi mungkin terlihat seperti monyet pada awalnya, tetapi ia bukan monyet. Ciri fisiknya unik karena memiliki warna hitam putih. Kedih hanya bisa ditemukan di Aceh dan Sumatra Utara. Jumlahnya saat ini diperkirakan hanya 2.000 ekor. Kedih termasuk dalam kategori satwa rentan punah akibat kerusakan hutan.

2. Elang Jawa



Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) adalah satwa endemik dari Pulau Jawa. Meski tampak tangguh, jumlahnya sangat sedikit, hanya sekitar 700 ekor. Penyebab utama kepunahan adalah perburuan ilegal dan pengambilan telur. Selain itu, elang jawa hanya bertelur 1–2 butir setiap tahunnya, sehingga jumlahnya sangat rendah.

3. Owa Jawa



Owa Jawa (Hylobates moloch) adalah hewan primata yang sangat setia. Jika pasangan mati, owa jawa tidak akan mencari pasangan lagi. Hewan ini hanya ditemukan di Jawa dan jumlahnya diperkirakan hanya 4.000 ekor. Owa Jawa juga sangat sosial dan sering berpelukan serta bekerja sama dalam kelompok keluarganya.

4. Komodo



Komodo (Varanus komodoensis) adalah kadal raksasa yang dikatakan masih memiliki hubungan DNA dengan dinosaurus. Hewan ini hanya ditemukan di Taman Nasional Komodo. Ukurannya bisa mencapai 3 meter dan memiliki racun. Saat ini, jumlahnya sangat sedikit dan dianggap sebagai hewan dilindungi.

5. Kanguru Pohon Mantel Emas

Hewan ini pertama kali dilihat oleh awak kapal layar Belanda pada 1826 dan diberi nama ilmiah Dendrolagus. Meskipun namanya mirip kanguru Australia, mereka tidak termasuk keluarga yang sama. Bulunya pendek dan halus dengan warna cokelat muda dan kekuningan. Kanguru pohon mantel emas hanya tersisa 10–15 ekor setiap spesiesnya.

6. Cendrawasih

Cendrawasih adalah burung dengan warna yang sangat menarik dan menjadi simbol keagungan bagi masyarakat Papua. Burung ini terdiri dari banyak jenis, tetapi jumlahnya semakin menurun. Pengamatan menyebutkan bahwa keberadaannya kini tidak lebih dari puluhan ekor.

7. Maleo

Maleo adalah burung endemik asal Sulawesi yang sering disebut sebagai burung gosong. Hewan ini merupakan satu-satunya dalam genus Macrocephalon. Maleo terancam punah karena habitat yang sempit dan telurnya sering diambil manusia. Anak burung maleo sudah bisa terbang langsung setelah menetas.

8. Anoa

Anoa adalah hewan langka di Indonesia yang mirip dengan kerbau kecil. Ada dua tipe anoa, yaitu anoa dataran rendah dan dataran tinggi. Jumlahnya saat ini kurang dari 5.000 ekor dan terus menurun akibat perburuan dan penebangan hutan.

9. Tarsius

Tarsius adalah primata kecil dengan bulu lembut, mata merah besar, dan gigi kecil. Indonesia menjadi rumah bagi jumlah spesies tarsius terbanyak di dunia. Mayoritas spesies tarsius terancam punah, bahkan menjadi salah satu dari 25 spesies primata paling terancam punah.

10. Pesut Mahakam



Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah lumba-lumba yang hidup di air tawar. Hewan ini hanya ditemukan di Sungai Mahakam dan jumlahnya hanya 80-an ekor. Kerusakan habitat dan penurunan kualitas air membuat pesut mahakam semakin sulit bertahan.

Daftar hewan langka di Indonesia makin bertambah setiap tahunnya. Perburuan liar dan kerusakan habitat terus meningkatkan risiko kepunahan. Mari kita bersama-sama membantu melindungi lingkungan dan menjaga keberlanjutan ekosistem untuk kehidupan makhluk-makhluk ini.