Kalah Jumlah, Remaja Jonggol Alami Luka Bacok di Kepala

Kejadian Tawuran di Jonggol Berujung Luka Serius pada Remaja

Sebuah kejadian tawuran yang menimbulkan luka serius terjadi di wilayah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Seorang remaja berusia 17 tahun mengalami luka pada bagian kepala setelah terlibat bentrokan antar kelompok pemuda. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (20/7/2025), dan korban akhirnya mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Dalam video yang beredar, korban terlihat dalam kondisi bercucuran darah setelah mendapat perlakuan kasar dari sekelompok pemuda. Kejadian ini kemudian dikonfirmasi oleh Kapolsek Jonggol, Kompol Hida Tjahjono. Ia menyatakan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai kejadian tersebut melalui media sosial. Awalnya, tidak ada laporan resmi dari keluarga atau warga sekitar, sehingga polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Read More

Menurut keterangan saksi, bentrokan terjadi antara dua kelompok pemuda. Salah satu kelompok datang dari arah Alfamidi PLN, sedangkan yang lain datang dari arah berlawanan. Kedua kelompok saling menyerang hingga terjadi keributan. Dalam peristiwa itu, salah satu anggota kelompok yang datang dari arah Alfamidi PLN jatuh dan dikeroyok. Beberapa pelaku menggunakan senjata tajam seperti celurit untuk menyerang korban.

Setelah beberapa saat, para pelaku akhirnya meninggalkan lokasi setelah dilerai oleh warga sekitar. Seorang saksi kemudian membantu korban yang tergeletak di jalan dan membawanya ke Puskesmas Jonggol. Namun, karena luka yang dialami cukup parah, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Cileungsi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Korban diketahui bernama Adi Permana, tinggal di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pihak kepolisian belum meminta keterangan dari korban karena masih dalam masa pemulihan.

Kompol Hida Tjahjono menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini. Proses penyelidikan dilakukan dengan mencari bukti-bukti di tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada.

Ia juga menyampaikan bahwa ini adalah pertama kalinya terjadi tawuran di wilayah hukumnya yang menimbulkan korban luka. Pihak kepolisian akan menangani kasus ini secara serius agar tidak terulang kembali di masa depan.

Penyebab dan Potensi Ancaman

Tawuran antar pemuda sering kali disebabkan oleh faktor-faktor seperti persaingan antar kelompok, rasa ingin menunjukkan kekuatan, atau konflik pribadi yang berkembang menjadi bentrokan. Di wilayah Jonggol, kejadian seperti ini bisa saja terjadi jika tidak ada pengawasan yang ketat dari pihak berwajib dan masyarakat sekitar.

Beberapa langkah penting yang dapat diambil untuk mencegah tawuran antar pemuda antara lain:

  • Peningkatan pengawasan oleh aparat kepolisian di area rawan tawuran.
  • Edukasi kepada remaja tentang dampak negatif tawuran dan pentingnya menjaga perdamaian.
  • Kerja sama dengan lembaga pendidikan untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai kesopanan dan tanggung jawab.
  • Penguatan komunikasi antar warga agar bisa saling mengingatkan dan mencegah konflik yang berujung pada tawuran.

Dengan adanya kesadaran bersama, diharapkan tawuran tidak lagi menjadi ancaman bagi keamanan masyarakat, khususnya di wilayah Jonggol.