Siap-siap, Harga Nintendo Switch 2 Melonjak Tajam

Penyesuaian Harga Konsol Switch 2 yang Dikaitkan dengan Lonjakan Harga Memori Global

Nintendo, salah satu perusahaan terkemuka dalam industri game, mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan kenaikan harga untuk konsol Switch 2 pada tahun ini. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap lonjakan harga komponen memori global, khususnya DRAM, yang dipicu oleh tingginya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan Bloomberg, Nintendo saat ini sedang mengevaluasi kemungkinan penyesuaian harga untuk Switch 2. Konsol tersebut akan diluncurkan pada 2025 dengan harga awal sebesar 449,99 dolar AS atau sekitar Rp 7,5 juta. Namun, harga tersebut kemungkinan tidak akan bertahan lama jika tekanan biaya tetap berlanjut.

Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, menyampaikan kepada pemegang saham bahwa hingga saat ini belum ada rencana langsung untuk menaikkan harga. Namun, ia menegaskan bahwa penyesuaian harga bisa saja terjadi jika biaya komponen terus meningkat.

Kenaikan harga konsol tidak disebabkan oleh penjualan yang melemah. Switch 2 telah terjual lebih dari 17 juta unit, melampaui pencapaian konsol generasi pertama selama periode peluncuran. Tantangan utama yang dihadapi Nintendo adalah pasokan dan harga memori, yang kini menjadi sumber daya strategis dalam persaingan pengembangan AI global.

Banyak perusahaan teknologi besar seperti Meta, Microsoft, Alphabet Inc., dan Amazon melakukan investasi besar-besaran untuk membangun pusat data AI. Infrastruktur ini membutuhkan akselerator Nvidia dengan kapasitas memori sangat besar, sehingga menyerap pasokan RAM dalam jumlah signifikan. Bahkan, satu rak server AI dapat menggunakan RAM setara ribuan ponsel pintar.

Lonjakan permintaan ini mendorong harga memori naik tajam. Menurut Bloomberg, salah satu jenis DRAM mengalami kenaikan harga hingga 75 persen hanya dalam satu bulan. Produsen seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini memprioritaskan produksi high-bandwidth memory (HBM) untuk chip AI, sehingga kapasitas DRAM untuk perangkat elektronik konsumen menjadi semakin terbatas.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada Nintendo. Sony dikabarkan mempertimbangkan penundaan peluncuran PlayStation 6 hingga 2028 atau 2029. Microsoft telah menaikkan harga Xbox, sementara Sony juga menyesuaikan harga PlayStation 5 tahun lalu. Bahkan Apple dan Tesla disebut telah memperingatkan investor mengenai tekanan margin akibat kelangkaan memori.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga

  • Tingginya permintaan dari sektor AI: Perusahaan teknologi besar seperti Meta, Microsoft, Alphabet Inc., dan Amazon menginvestasikan dana besar untuk membangun pusat data AI, yang membutuhkan memori dalam jumlah besar.
  • Kenaikan harga DRAM: Salah satu jenis DRAM mengalami kenaikan harga hingga 75 persen dalam satu bulan, karena permintaan yang tinggi.
  • Prioritas produksi HBM: Produsen seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron memprioritaskan produksi high-bandwidth memory (HBM) untuk chip AI, sehingga membatasi pasokan DRAM untuk perangkat konsumen.
  • Dampak pada perusahaan lain: Selain Nintendo, Sony, Microsoft, Apple, dan Tesla juga menghadapi tekanan margin akibat kelangkaan memori.

Kesimpulan

Kenaikan harga konsol Switch 2 yang diumumkan oleh Nintendo merupakan respons terhadap situasi pasar yang dinamis. Tekanan biaya dan kelangkaan memori global menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan perusahaan. Meskipun saat ini belum ada rencana langsung untuk menaikkan harga, situasi ini bisa berubah jika tekanan biaya terus berlanjut. Kondisi ini juga berdampak pada perusahaan lain di industri teknologi, menunjukkan betapa pentingnya memori dalam era pengembangan AI.