Kinerja Keuangan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) pada 2025
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) mencatat kinerja keuangan yang sangat baik sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan laba bersih perusahaan jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan, yang didorong oleh ekspansi bisnis dan efisiensi operasional.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan bersih MIDI meningkat sebesar 3,79% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 20,64 triliun pada 2025, naik dari Rp 19,89 triliun pada 2024. Namun, yang paling menonjol adalah peningkatan laba bersih yang mencapai 45,01% menjadi Rp 792,36 miliar, dari Rp 546,41 miliar pada tahun sebelumnya.
Laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp 23,7 per saham, naik dari Rp 16,34 per saham. Peningkatan ini didorong oleh ekspansi agresif bisnis Lawson, yang dikenal memiliki margin lebih tinggi, terutama di segmen makanan siap saji (ready-to-eat) dan food & beverage (F&B).
Faktor Penyebab Kenaikan Laba Bersih
Menurut Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, kontribusi dari bisnis Lawson serta efisiensi biaya menjadi faktor utama yang mempercepat pertumbuhan margin laba MIDI dibanding pendapatannya. Efisiensi juga terlihat dari penurunan beban penjualan dan distribusi sebesar 1,08% secara tahunan sepanjang 2025. Hal ini memperkuat profitabilitas perusahaan di tengah pertumbuhan pendapatan yang relatif moderat.
Prospek MIDI di Tahun 2026
Memasuki 2026, prospek MIDI dinilai masih positif. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, melihat kekuatan MIDI berada di segmen minimarket proximity dan konsumen kelas menengah. Peluang pertumbuhan ke depan ditopang oleh ekspansi gerai baru, peningkatan penjualan di toko yang sama (same store sales growth/SSSG), serta penetrasi produk private label yang menjaga margin.
Selain itu, pengembangan layanan digital dan strategi omni-channel juga dinilai berpotensi meningkatkan transaksi penjualan.
Strategi Multiformat sebagai Keunggulan Kompetitif
Wafi menilai bahwa strategi multiformat yang menggabungkan Alfamidi untuk belanja rutin dan Lawson untuk gaya hidup praktis menjadi keunggulan kompetitif bagi MIDI.
“Strategi multiformat memberikan keunggulan bagi MIDI untuk menguasai berbagai pangsa pasar sekaligus,” ujarnya.
Ke depan, peluang tetap terbuka seiring perubahan gaya hidup konsumen, khususnya generasi muda yang semakin mengutamakan kenyamanan dan konsumsi makanan siap saji. Ekspansi gerai di luar Pulau Jawa juga menjadi ruang pertumbuhan baru bagi perseroan.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Namun, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai, seperti potensi pelemahan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah akibat inflasi pangan, serta ketatnya persaingan di bisnis convenience store dengan pemain lain seperti FamilyMart dan Indomaret Point.
Rekomendasi Investasi
Dari sisi rekomendasi, Wafi menyarankan beli saham MIDI dengan target harga Rp 450 per saham. Sementara itu, Azis merekomendasikan trading buy dengan target harga di kisaran Rp 312 hingga Rp 326 per saham.

