RS PMI Bogor tingkatkan layanan digital, efisiensi, dan kepatuhan regulasi

Transformasi Digital di RS PMI Bogor: Meningkatkan Efisiensi dan Pengalaman Pasien

RS PMI Bogor terus memperkuat upaya transformasi digital dalam sektor layanan kesehatan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan penggunaan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) teraMedik. Tujuan dari implementasi ini adalah untuk meningkatkan efisiensi layanan serta memastikan kepatuhan terhadap standar regulasi nasional.

Kolaborasi antara RS PMI Bogor dan PT Terakorp Indonesia telah berlangsung sejak tahun 2022. Kemitraan ini menjadi fondasi penting dalam mendorong pengelolaan rumah sakit berbasis sistem digital terintegrasi. Dengan adanya sistem ini, operasional rumah sakit menjadi lebih efektif dan koordinasi antar unit lebih baik.

IT Manager RS PMI Bogor, dr. Arief Nugraha, menyatakan bahwa implementasi SIMRS teraMedik membawa perubahan signifikan dalam proses pelayanan. “Kami melihat transformasi besar pada alur pelayanan, mulai dari pendaftaran yang kini terdigitalisasi hingga rekam medis elektronik terpusat yang mempercepat pengambilan keputusan klinis secara akurat,” ujarnya dalam siaran pers.

Integrasi sistem juga memberikan dampak positif pada transparansi pengelolaan keuangan dan efisiensi proses klaim BPJS. Sebelumnya, proses ini sering terkendala oleh data yang tersebar di berbagai bagian. Kini, seluruh unit layanan—mulai dari rawat jalan, rawat inap, farmasi, hingga penunjang medis—telah terhubung dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi.

Proses peresepan obat dan permintaan pemeriksaan medis kini dilakukan secara elektronik. Hal ini meminimalisir kesalahan komunikasi dan mempercepat alur pelayanan pasien. Transformasi ini tidak hanya berdampak pada sisi manajemen, tetapi juga meningkatkan pengalaman pasien. Dengan sistem yang saling terhubung, layanan menjadi lebih cepat, akurat, dan konsisten.

RS PMI Bogor juga terus mengembangkan sistem digitalnya agar sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan berbasis data. Ke depan, rumah sakit ini menargetkan pemanfaatan teknologi analitik dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pengambilan keputusan klinis serta memprediksi beban layanan.

“Kami berharap pengembangan sistem ke depan tetap sesuai dengan standar regulator, baik BPJS maupun Kementerian Kesehatan, serta mampu meningkatkan mutu pelayanan secara berkelanjutan,” tambah dr. Arief.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Marketing PT Terakorp Indonesia, Muhamad Epi Jarnel, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi digital RS PMI Bogor menuju konsep smart hospital. “Kami terus mengembangkan teknologi, termasuk integrasi AI, untuk membantu rumah sakit bertransformasi menjadi lebih modern. Selain itu, kami memastikan keamanan data pasien tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Dengan penguatan sistem digital yang terintegrasi, RS PMI Bogor menempatkan transformasi layanan sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membangun kepercayaan pasien di era kesehatan berbasis data.