Hujan deras banjir Ciomas Bogor, ratusan rumah terendam, 169 jiwa terdampak

Banjir di Kampung Selahuni, 30 Rumah Terendam Akibat Hujan Deras dan Proyek Normalisasi

Hujan deras yang terjadi di wilayah Bogor pada Senin (4/5/2026) menyebabkan banjir di Kampung Selahuni, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Kejadian ini menimpa sekitar 30 rumah warga, dengan total 45 kepala keluarga atau 169 jiwa yang terdampak.

Banjir terjadi sekitar pukul 14.00 WIB setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut. Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, banjir disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu hujan deras dan proses normalisasi sungai yang belum selesai.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menjelaskan bahwa salah satu penyebab banjir adalah adanya kegiatan normalisasi Kali Sindangbarang. Proses tersebut membuat air sungai meluap dan masuk ke pemukiman warga.

“Banjir terjadi karena hujan deras dan pengerjaan normalisasi Kali Sindangbarang,” ujar Adam dalam pernyataannya. “Akibatnya, air sungai meluap ke pemukiman warga karena belum adanya turap dengan ketinggian air sekitar 20 cm hingga 60 cm.”

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama jika hujan deras kembali terjadi. “Belum ada TPT (Tingkat Peringatan Tsunami), tapi apabila terjadi hujan deras, air kali bisa meluap dan masuk ke pemukiman,” tambahnya.

Dampak Banjir di Wilayah Ciomas

Banjir yang melanda wilayah Ciomas juga mendapat perhatian dari media sosial. Beberapa unggahan menunjukkan kondisi jalan pemukiman yang tertutupi air. Arus banjir terlihat mengalir perlahan dengan warna coklat gelap.

Warga tampak memantau situasi di dekat rumah-rumah yang ikut terendam. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih siaga terhadap ancaman banjir yang bisa terjadi kembali.

Faktor Utama yang Memicu Banjir

Beberapa faktor utama yang berkontribusi pada banjir di Kampung Selahuni antara lain:

  • Curah hujan tinggi: Hujan deras yang terjadi dalam waktu singkat menyebabkan peningkatan volume air di daerah aliran sungai.
  • Proses normalisasi sungai: Kegiatan normalisasi Kali Sindangbarang yang masih berlangsung menyebabkan pengalihan aliran air dan meningkatkan risiko banjir.
  • Kurangnya infrastruktur penangkal banjir: Masih kurangnya turap atau tanggul yang cukup kuat untuk menghalangi luapan air.

Upaya Pencegahan dan Pemantauan

BPBD Kabupaten Bogor terus melakukan pemantauan terhadap situasi banjir di wilayah Ciomas. Mereka juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada dan siap menghadapi potensi banjir susulan.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan tanda-tanda awal banjir, seperti kenaikan permukaan air atau perubahan arus sungai. Dengan kesadaran dan persiapan yang baik, masyarakat dapat lebih aman dalam menghadapi bencana alam seperti banjir.

Kondisi Terkini di Lokasi Banjir

Saat ini, banjir di Kampung Selahuni sudah mulai surut, meskipun beberapa area masih tergenang. Warga terlihat membersihkan sisa-sisa air dan memeriksa kerusakan pada rumah mereka.



Gambar menunjukkan akses jalan yang tertutupi air akibat banjir di Kampung Selahuni.



Foto menampilkan warga yang sedang memantau kondisi rumah yang terendam banjir.