Aliran Sungai Cikeas-Cileungsi Bogor Siaga 1, Peringatan Dikeluarkan Malam Ini

Kondisi Sungai Cikeas dan Cileungsi di Bogor Mengkhawatirkan

Pertemuan antara Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi, yang berada di Kabupaten Bogor, kini berstatus Siaga 1 pada malam hari ini. Hal ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga di sekitar daerah aliran sungai, khususnya di Bekasi.

Air yang naik dari Sungai Cikeas dan Cileungsi mengalir ke arah Kali Bekasi, sehingga mendorong warga untuk tetap waspada. Pengeras suara peringatan banjir telah dinyalakan di beberapa titik di Bekasi, memberi peringatan kepada penduduk untuk bersiap melakukan evakuasi jika diperlukan.

Tingkat Kekhawatiran Berdasarkan Pemantauan

Berdasarkan hasil pemantauan oleh Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), tinggi muka air (TMA) di pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas mencapai 590 cm pada pukul 21.45 WIB. Sedangkan TMA di hulu Cileungsi adalah 130 cm dan TMA di hulu Cikeas adalah 400 cm pada waktu yang sama.

Ketua KP2C, Puarman, menyampaikan bahwa hulu Cileungsi dalam status Siaga 4, hulu Cikeas dalam status Siaga 2, sedangkan pertemuan kedua sungai tersebut dalam status Siaga 1. Status ini menunjukkan tingkat risiko yang meningkat dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Lokasi dan Dampak Aliran Air

Aliran air dari pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas berada di perbatasan antara Gunungputri, Kabupaten Bogor, dengan Jatiasih, Kota Bekasi. Aliran air ini langsung menuju Kali Bekasi, yang merupakan sumber utama aliran air di wilayah tersebut.

Warga di Bekasi juga merekam video momen peringatan dini banjir yang dikeluarkan melalui pengeras suara. Terlihat peringatan dini banjir dibunyikan di tengah kondisi hujan yang mengguyur. Pengeras suara tersebut terdiri dari empat unit dan dipasang menghadap keempat arah, serta ditempatkan cukup tinggi menggunakan tiang.

Peringatan Dini Banjir yang Dikeluarkan

Peringatan dini banjir yang dibunyikan melalui pengeras suara berisi pesan seperti, “Peringatan! terjadi peningkatan tinggi muka air, warga diharapkan bersiap untuk evakuasi.” Pesan ini disampaikan melalui video yang diunggah oleh akun @gobekasi.official pada Senin malam.

Dalam postingan video tersebut, disebutkan bahwa peringatan dini tersebut sudah dimulai sejak pukul 20.00 WIB sebagai upaya pencegahan. Peringatan dini ini dikeluarkan di pintu air Lengkak, Bekasi Timur, dan Teluk Pucung Bekasi Utara.