Daftar Wilayah Banjir di Bogor Akibat Hujan Deras: Cilebut, Ciomas, hingga Jembatan Ambruk

Banjir di Wilayah Bogor Akibat Hujan Deras

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Senin (4/5/2026) sejak siang hingga malam menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir. Dari pantauan langsung, beberapa wilayah di Kota dan Kabupaten Bogor mengalami banjir dengan ketinggian bervariasi. Berikut adalah daftar wilayah yang terkena dampak banjir:

Cilebut

Akses jalan dan pemukiman warga di Kampung Bojong Jengkol, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor terendam banjir. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 17.25 WIB.

Menurutnya, hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya aliran drainase di lokasi tersebut. Air menggenangi wilayah tersebut dengan ketinggian kurang lebih 20 hingga 40 centimeter. “Adanya penyempitan saluran drainase menjadikan air meluap,” ujarnya.

Berdasarkan hasil kaji cepat yang dilakukan oleh anggotanya di lapangan, tercatat sekitar 20 rumah warga terdampak. Kendati demikian, banjir yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan bangunan maupun memakan korban jiwa. “Untuk saat ini banjir sudah berangsur surut dan sudah bisa dilalui kendaraan,” katanya.

Ciomas

Hujan deras yang melanda Bogor juga memicu banjir di Kampung Selahuni, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Dalam kejadian banjir ini BPBD Kabupaten Bogor melaporkan ada sekitar 30 rumah warga yang terendam, atau tercatat 45 kepala keluarga (KK) atau 169 jiwa yang terdampak.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB setelah hujan deras mengguyur. Adam Hamdani menjelaskan, selain dipicu hujan deras, ada pula faktor kegiatan normalisasi sungai. Sehingga air sungai meluap dan menggenangi pemukiman warga.

“Disebabkan hujan deras dan adanya pengerjaan normalisasi Kali Sindangbarang,” kata Adam dalam keterangannya, Senin. “Sehingga kali meluap ke pemukiman warga di karenakan belum adanya turap dengan ketinggian air kurang lebih 20 cm sampai 60 cm,” imbuhnya.

Beruntung, kejadian banjir di lokasi tersebut tidak memakan korban jiwa. Namun dikhawatirkan banjir kembali terjadi jika hujan deras kembali mengguyur. “Belum ada TPT, apabila terjadi hujan deras air kali meluap dan masuk ke pemukiman,” katanya.

Kondisi banjir yang melanda Ciomas, Kabupaten Bogor ini juga beredar di media sosial. Terlihat banjir tersebut sampai menutupi akses jalan pemukiman. Arus banjir juga terlihat mengalir perlahan berwarna keruh coklat gelap. Sejumlah warga tampak memantau di dekat di rumah-rumah yang juga ikut terendam.

Sukaraja

Berikutnya, banjir hingga ketinggian 1 meter juga merendam 199 rumah warga di Kampung Rawakalong RT 04,08,09,10/05, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Adam Hamdani menjelaskan, banjir ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.

Dia menjelaskan, dikarenakan hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama, Kali Ciluer meluap. “Meluapnya aliran Kali Ciluer berdampak pada rumah warga dengan ketinggian air kurang lebih 1 meter sampai dengan 1,20 meter,” kata Adam dalam keterangannya, Senin malam.

Beruntung, kejadian ini tidak memakan korban jiwa. Para warga pun tidak ada yang dilaporkan sampai harus mengungsi. “Tidak ada kerusakan pada bangunan,” kata Adam. Dalam foto kondisi TKP, terlihat banjir tersebut menggenangi teras rumah warga. Petugas BPBD melakukan penanganan dengan mesin pompa agar banjir tersebut cepat surut. “Untuk saat ini banjir sudah berangsur surut,” ungkapnya.

Jembatan Roboh

Selain banjir, hujan deras juga membuat jembatan penghubung antar kampung di Gang Ago Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, roboh. Akibatnya, warga tidak bisa menggunakan jembatan penghubung ini.

Pantauan SUDUTBOGOR, pukul 15.00 WIB, di lokasi, jembatan yang roboh ini terlihat di bagian ujung jembatan. Pondasi jembatan sudah menyentuh aliran Sungai Cikaret Cisadane. Besi penopang sudah terlepas dari pondasi utama jembatan.

Selain jembatan roboh, kondisi masjid serta musala mengkhawatirkan. Setengah bagian masjid hancur terbawa derasnya aliran sungai serta tembok musala terlihat jebol.

Warga sekitar Yani (52) mengatakan, kejadian ini terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Saat itu hujan deras mulai mengguyur wilayah Pasir Jaya. Aliran Sungai Cikaret meluap dan deras sehingga mendorong bangunan jembatan.