Penggunaan pendingin udara atau air conditioner (AC) di Indonesia terus meningkat, yang berdampak pada peningkatan kebutuhan akan layanan instalasi dan perawatan yang berkualitas. Dalam industri tata udara, peran teknisi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kinerja dan efisiensi perangkat setelah digunakan oleh konsumen.
Untuk memperkuat kolaborasi dengan para teknisi dan menjaga kualitas layanan instalasi serta purna jual produk AC, PT Daikin Airconditioning Indonesia meluncurkan Daikin Installer Program. Program ini berlangsung secara nasional dan merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pengembangan ekosistem teknisi AC di Indonesia.
Program ini diluncurkan seiring dengan satu tahun peluncuran AC Nusantara Prestige. Ini adalah lini AC hunian pertama Daikin yang diproduksi di Indonesia. “Teknisi berkontribusi besar dalam memastikan kualitas instalasi dan perawatan AC berjalan optimal,” ujar General Manager Retail Sales PT Daikin Airconditioning Indonesia Alexander Eko Wibowo dalam pernyataannya.
Nusantara Prestige diperkenalkan pada Juni 2025 sebagai AC hunian pertama Daikin yang diproduksi di fasilitas manufakturnya di Indonesia. Produk ini terdiri dari tiga model, yaitu Alpha Inverter, Beta Inverter, dan SMS. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Daikin menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia tanpa meninggalkan standar kualitas Jepang yang menjadi ciri perusahaan.
Melalui Daikin Installer Program yang berlangsung mulai 2 Juni hingga akhir 2026, Daikin memberikan insentif bagi teknisi yang melakukan instalasi AC Nusantara Prestige. Nilai insentif antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000 untuk setiap unit yang terpasang.
Dalam pelaksanaannya, Daikin bekerja sama dengan sembilan asosiasi teknisi tata udara yang memiliki jangkauan nasional maupun regional. Tiga di antaranya merupakan asosiasi tingkat nasional, yakni Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU), Asosiasi Teknisi Refrigerasi dan Air Conditioner Nusantara (ASISI), serta Perkumpulan Teknisi Refrigerasi dan Tata Udara Indonesia (PTRTU).
Sementara itu, asosiasi daerah yang terlibat meliputi Ikatan Pengusaha Pendingin Semeton Bali (IP2SB), Teknisi Garuda Sakti (TEGAS) Pekanbaru, Himpunan Teknisi Refrigerasi dan Air Conditioning Bandung (HTRACB), Paguyuban Teknisi Pendingin Riau (PTPR), Paguyuban Teknisi Pendingin (PATEN) Tangerang, serta Komunitas Teknisi AC Jabodetabek (KTAJ).
Menurut Alexander, kolaborasi dengan berbagai asosiasi tersebut bertujuan memperluas sosialisasi program sekaligus memperkuat jaringan teknisi yang mendukung layanan Daikin di berbagai daerah. Selain teknisi, perusahaan juga menyiapkan insentif bagi asosiasi yang mencatat jumlah klaim terbesar selama periode program berlangsung.
Ia berharap, inisiatif tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas layanan instalasi, pemeliharaan, dan perbaikan AC sehingga pengguna memperoleh pengalaman penggunaan yang lebih optimal. “Harapan kami, program ini dapat memperkuat kolaborasi antara Daikin, asosiasi, dan teknisi dalam membangun ekosistem industri yang lebih baik dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat,” ujar Alexander.

