Kinerja APBD 2025 Kabupaten Bogor pada Semester Pertama
APBD 2025 Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menunjukkan kinerja yang cukup positif pada semester pertama bulan Juli 2025. Data yang dirilis menunjukkan bahwa terjadi surplus sebesar Rp1.186,66 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa realisasi pendapatan lebih tinggi dibandingkan belanja daerah.
Pendapatan Daerah mencapai Rp5.096,05 miliar dari proyeksi sebesar Rp10 Triliun. Sementara itu, belanja daerah hanya sebesar Rp3.909,39 miliar atau 34,16 persen dari pagu anggaran sebesar Rp11 Triliun. Hal ini menunjukkan bahwa realisasi belanja masih jauh di bawah target, sehingga menghasilkan surplus anggaran.
Sumber Pendapatan Daerah
Sumber utama pendapatan daerah Kabupaten Bogor adalah TKDD (Transfer Khusus Daerah) atau transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp2,4 triliun. Selain itu, pendapatan lainnya juga turut berkontribusi dalam memenuhi target anggaran.
Berikut adalah rincian pendapatan dan belanja daerah pada semester pertama APBD 2025:
Rincian Pendapatan Daerah
- Pendapatan Daerah: Pagu sebesar Rp10.852,09 miliar dengan realisasi Rp5.096,05 miliar (46,96%)
- PAD (Pendapatan Asli Daerah): Pagu sebesar Rp5.145,53 miliar dengan realisasi Rp2.398,02 miliar (46,60%)
- Pajak Daerah: Pagu sebesar Rp3.817,69 miliar dengan realisasi Rp2.006,38 miliar (52,55%)
- Retribusi Daerah: Pagu sebesar Rp1.114,14 miliar dengan realisasi Rp299,04 miliar (26,84%)
- Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Pagu sebesar Rp81,94 miliar dengan realisasi Rp18,56 miliar (22,65%)
- Lain-Lain PAD yang Sah: Pagu sebesar Rp131,76 miliar dengan realisasi Rp74,04 miliar (56,20%)
- TKDD: Pagu sebesar Rp5.062,14 miliar dengan realisasi Rp2.450,44 miliar (48,41%)
- Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat: Pagu sebesar Rp5.062,14 miliar dengan realisasi Rp2.450,44 miliar (48,41%)
- Pendapatan Lainnya: Pagu sebesar Rp644,42 miliar dengan realisasi Rp247,59 miliar (38,42%)
- Lain-Lain Pendapatan Sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan: Pagu sebesar Rp11,02 miliar dengan realisasi Rp9,98 miliar (90,52%)
- Pendapatan Transfer Antar Daerah: Pagu sebesar Rp633,40 miliar dengan realisasi Rp237,61 miliar (37,51%)
Rincian Belanja Daerah
- Belanja Daerah: Pagu sebesar Rp11.444,34 miliar dengan realisasi Rp3.909,39 miliar (34,16%)
- Belanja Pegawai: Pagu sebesar Rp3.426,33 miliar dengan realisasi Rp1.412,54 miliar (41,23%)
- Belanja Barang dan Jasa: Pagu sebesar Rp4.072,55 miliar dengan realisasi Rp1.346,16 miliar (33,05%)
- Belanja Modal: Pagu sebesar Rp1.559,84 miliar dengan realisasi Rp131,55 miliar (8,43%)
- Belanja Lainnya: Pagu sebesar Rp2.385,63 miliar dengan realisasi Rp1.019,14 miliar (42,72%)
- Belanja Bagi Hasil: Pagu sebesar Rp230,68 miliar dengan realisasi Rp154,32 miliar (66,90%)
- Belanja Bantuan Keuangan: Pagu sebesar Rp1.556,54 miliar dengan realisasi Rp593,38 miliar (38,12%)
- Belanja Hibah: Pagu sebesar Rp487,82 miliar dengan realisasi Rp226,96 miliar (46,53%)
- Belanja Bantuan Sosial: Pagu sebesar Rp9,96 miliar dengan realisasi Rp6,63 miliar (66,52%)
- Belanja Tidak Terduga: Pagu sebesar Rp100,63 miliar dengan realisasi Rp37,85 miliar (37,61%)
Rincian Pembiayaan Daerah
- Pembiayaan Daerah: Pagu sebesar Rp592,25 miliar dengan realisasi Rp0,00 miliar (0,00%)
- Penerimaan Pembiayaan Daerah: Pagu sebesar Rp681,42 miliar dengan realisasi Rp333,82 miliar (48,99%)
- Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya: Pagu sebesar Rp681,42 miliar dengan realisasi Rp333,82 miliar (48,99%)
- Pengeluaran Pembiayaan Daerah: Pagu sebesar Rp89,17 miliar dengan realisasi Rp0,00 miliar (0,00%)
- Penyertaan Modal Daerah: Pagu sebesar Rp89,17 miliar dengan realisasi Rp89,17 miliar (100,00%)
- Penyertaan Modal: Pagu sebesar Rp0,00 miliar dengan realisasi Rp89,17 miliar (0,00%)
