Lomba Foto dan Video Satwa TSI Bogor, Hadiah Uang Tunai hingga Mobil Listrik

Kompetisi Fotografi dan Videografi Konservasi Satwa di Taman Safari Indonesia

Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor kembali menggelar ajang bergengsi International Animal Foto & Video Competition (IAFVC) yang ke-34. Ajang ini menjadi wadah bagi para pecinta fotografi dan videografi untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam merekam keindahan alam serta satwa liar.

Tema utama dari IAFVC 2025 adalah “The Picture of Secret Nature”. Tema ini mengajak peserta untuk menangkap momen-momen langka dan unik yang tersembunyi di alam, dengan fokus pada keberagaman hayati dan keindahan yang sering kali tidak terlihat oleh mata telanjang.

Read More

Acting CMO TSI Group, Alexander Zulkarnain menjelaskan bahwa acara ini bertujuan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya cinta terhadap satwa dan lingkungan sekitarnya. Ia juga menekankan bahwa TSI merupakan lembaga konservasi eksitu yang memiliki ribuan satwa dari berbagai spesies.

“Kami ingin membumikan konservasi melalui lensa kamera dan layar ponsel. Ini adalah salah satu bentuk komitmen kami terhadap perlindungan satwa liar,” ujarnya.

Pada tahun ini, jumlah peserta diharapkan meningkat dibandingkan tahun lalu. Sebelumnya, IAFVC diikuti oleh sekitar 8.000 peserta, namun tahun ini targetnya mencapai 10.000 peserta. Tak hanya untuk peserta lokal, kompetisi ini juga terbuka bagi para fotografer dan videografer dari berbagai belahan dunia, termasuk Asia dan Eropa.

Salah satu hal yang menarik dari kompetisi ini adalah kebebasan peserta dalam memilih lokasi pengambilan gambar. Peserta dapat memotret satwa di berbagai tempat, baik di dalam maupun luar Taman Safari. Ada juga kategori khusus untuk foto-foto yang diambil di tingkat internasional dan nasional.

Selain itu, kompetisi ini menawarkan hadiah yang sangat menarik. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah hingga kendaraan listrik Wuling R.E.V. Hal ini diharapkan dapat memberi motivasi bagi peserta untuk berpartisipasi dan menunjukkan bakat mereka.

Alexander Zulkarnain mengajak seluruh masyarakat yang memiliki minat dalam fotografi dan videografi untuk ikut serta dalam kompetisi ini. Menurutnya, saat ini semakin banyak orang yang tertarik untuk merekam momen-momen alam dan satwa, sehingga momentum ini sangat sayang untuk dilewatkan.

“Melalui ajang ini, kita bisa mengalirkan antusiasme masyarakat menjadi sebuah bentuk pendidikan yang bermanfaat bagi konservasi satwa liar,” katanya.

Dengan adanya IAFVC, TSI tidak hanya sekadar menyediakan tempat wisata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan alam dan satwa liar. Kompetisi ini menjadi wadah yang tepat untuk menggabungkan kreativitas dan tanggung jawab lingkungan.