Pemkot Bogor Berupaya Operasikan Dua Koridor Biskita Transpakuan Tahun Ini
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya untuk dapat mengoperasikan dua koridor sisa dari Biskita Transpakuan pada tahun ini. Dua koridor tersebut adalah koridor 5 dan 6 yang melayani rute Ciparigi-Stasiun Bogor serta Parung Banteng-Air Mancur.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyatakan bahwa hal ini akan menjadi fokus utama dalam pembahasan APBD perubahan 2025. Ia menjelaskan bahwa selain dua koridor tersebut, ada juga alokasi dana khusus untuk angkutan biskita. Empat koridor diharapkan bisa berjalan secara penuh pada tahun ini.
Saat ini, dua koridor Biskita yang sudah beroperasi adalah koridor 1 dan 2. Pengoperasionalan kedua koridor tersebut menggunakan dana APBD sebesar Rp10 miliar. Meski anggaran telah ditetapkan, pihaknya masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait detail penggunaannya.
Dedie Rachim berharap, pada tahun 2026 semua koridor Biskita dapat sepenuhnya didanai oleh APBD murni tahun 2026. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan layanan transportasi umum bagi masyarakat.
Sebelumnya, pengoperasian Biskita hanya terbatas pada dua koridor, yaitu koridor 1 dan 2 dengan total 17 unit kendaraan. Operasional dua koridor tersebut dimulai pada tanggal 8 April 2025 setelah melalui proses panjang. Proses tersebut mencakup penarikan subsidi dari pusat hingga berhentinya operasional Biskita.
Di tengah situasi tersebut, Pemkot Bogor pernah membuat opsi alternatif dengan menggunakan bus sekolah atau uncal. Langkah ini dilakukan agar para penumpang Biskita Transpakuan tetap mendapatkan layanan yang memadai.
Beberapa langkah strategis dilakukan oleh Pemkot Bogor untuk memastikan kelancaran pengoperasian Biskita. Termasuk dalam hal ini adalah koordinasi dengan pihak terkait, seperti dinas perhubungan dan instansi lain yang berkaitan. Selain itu, pemantauan terhadap kualitas layanan juga dilakukan secara berkala.
Adapun, rencana pengembangan Biskita Transpakuan tidak hanya terbatas pada penambahan koridor. Pemkot juga berencana meningkatkan jumlah armada dan memperluas jangkauan rute. Tujuannya adalah untuk memberikan akses transportasi yang lebih baik kepada masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang belum terlayani dengan baik.
Selain itu, Pemkot Bogor juga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan transportasi umum. Dengan demikian, diharapkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam menggunakan Biskita Transpakuan.
Pengembangan Biskita Transpakuan juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, diharapkan dapat menekan tingkat polusi udara dan kemacetan lalu lintas di kota Bogor.
Secara keseluruhan, upaya Pemkot Bogor dalam mengoperasikan Biskita Transpakuan merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan layanan transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan terjangkau bagi masyarakat. Dengan dukungan dana APBD dan kolaborasi dengan berbagai pihak, diharapkan Biskita Transpakuan dapat menjadi solusi transportasi yang lebih baik di masa depan.
