Pulau Kosong di Venesia Jadi Taman Kota

Sejarah dan Perjuangan untuk Melindungi Pulau Poveglia di Venesia

Poveglia, sebuah pulau yang tidak berpenghuni di kawasan Venesia, Italia, sedang menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Selama bertahun-tahun, pulau ini terbengkalai dan ditutup bagi masyarakat umum. Namun, sekelompok warga setempat kini berusaha keras untuk menjaga pulau tersebut dari pembangunan komersial yang bisa merusak keunikan dan nilai historisnya.

Poveglia terletak di lepas pantai Venesia, dengan luas sekitar 7,5 hektare. Selama beberapa dekade, pulau ini dilarang masuk bagi orang umum. Banyak penduduk lokal percaya bahwa pulau itu berhantu, meskipun mitos tersebut memiliki dasar dari sejarah kelam yang terjadi di sana.

Read More

Sejarah Masa Lalu Poveglia

Poveglia awalnya dihuni oleh para petani dan nelayan. Pada abad ke-5 Masehi, pulau ini menjadi pangkalan militer Romawi. Namun, pada abad ke-18, pulau ini berubah fungsi menjadi tempat karantina maritim. Kapal-kapal dagang yang datang dari luar negeri dan orang-orang yang menunjukkan gejala penyakit pes harus melalui proses karantina di sini. Bangunan-bangunan pertanian dan barak militer diubah menjadi asrama untuk pasien-pasien penyakit.

Sejarawan Venesia memperkirakan bahwa lebih dari 160 ribu orang dimakamkan di pulau ini antara abad ke-18 dan ke-19 akibat wabah penyakit. Di abad ke-19, Poveglia juga menjadi rumah sakit jiwa untuk para penderita gangguan mental. Pasien-pasien di sana sering kali dikekang dan menjadi objek perawatan eksperimental. Rumah sakit ini ditutup pada tahun 1968, dan sejak saat itu pulau ini tidak lagi dihuni.

Perjuangan Warga untuk Mempertahankan Poveglia

Saat ini, hanya tersisa hutan yang rimbun, benteng militer, 15 bangunan rumah sakit yang rusak, serta koloni kelinci yang cukup besar. Pemerintah Italia telah mendaftarkan pulau ini dalam daftar lelang dengan harga 400 poundsterling atau sekitar Rp 9 miliar. Namun, banyak warga Venesia khawatir jika pulau ini jatuh ke tangan pengembang, sehingga mereka meluncurkan kampanye untuk melindungi Poveglia dari pembangunan komersial.

Kelompok yang bernama “Poveglia For Everyone” (PFE) memiliki 4.500 anggota. Mereka meminta warga Venesia untuk menyumbangkan uang agar pulau ini dapat dilestarikan dan dijaga dari pembangunan komersial. Rencana mereka adalah mengubah Poveglia menjadi oasis yang bisa digunakan oleh warga sebagai tempat melarikan diri dari keramaian kota saat musim liburan turis.

Patrizia Veclani, salah satu pendiri PFE, mengatakan bahwa mereka akan membangun pulau tersebut dengan dana sebesar €460 ribu euro atau sekitar Rp 8,8 miliar. Mereka juga ingin menciptakan komunitas yang penuh dengan keterampilan profesional tinggi. “Alam telah merebut kembali pulau ini. Namun, dengan bantuan ahli botani, kami sedang mempertimbangkan tanaman apa saja yang cocok untuk dikembalikan,” katanya.

Rencana Masa Depan untuk Poveglia

PFE bekerja sama dengan Universitas Verona untuk mengubah bagian utara pulau menjadi taman kota laguna yang terbuka bagi warga. Proyek ini bertujuan untuk menjaga ekosistem dan elemen lanskap khas laguna Venesia. Namun, kelompok ini menghadapi tantangan berat dalam meregenerasi pulau tersebut. Saat ini, tidak ada air atau listrik yang tersedia, dan juga tidak ada dermaga yang layak.

Meski begitu, semangat dan komitmen warga Venesia untuk menjaga keaslian dan sejarah Poveglia tetap kuat. Mereka berharap suatu hari nanti, pulau ini bisa menjadi tempat yang indah dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.