Jakarta, IDN Times – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menekankan betapa pentingnya layanan kesehatan pencegahan sejak dini dengan mengarahkan 53 juta siswa di Indonesia untuk mengikuti program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG).
Meskipun dimulai lebih dini di 72 sekolah dasar, program ini akan berlangsung bersamaan pada 4 Agustus 2025 di 12 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah.
Kemudian, apa saja yang dilakukan dalam pemeriksaan kesehatan ini?
1. Jenis pengujian tergantung tingkat pendidikan
Budi menyampaikan, cakupan program CKG sangat luas karena tidak hanya mengidentifikasi penyakit, tetapi juga menjaga kesehatan sejak awal.
“Yang lebih penting adalah bagaimana menjaga kesehatan anak-anak kita. Jadi bukan hanya mengetahui penyakitnya, tetapi agar tetap dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa program ini menargetkan anak berusia 7 hingga 17 tahun dengan jenis pemeriksaan disesuaikan dengan tingkat pendidikan mereka.
Ada 13 jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk siswa SD/sederajat, termasuk pengecekan kondisi nutrisi, tekanan darah, kebugaran tubuh, serta riwayat vaksinasi. Selanjutnya, untuk siswa SMP/sederajat, terdapat 15 jenis pemeriksaan yang mencakup skrining talasemia hingga pengujian kadar hemoglobin. Sementara itu, untuk siswa SMA/sederajat, terdapat 14 jenis pemeriksaan, ditambah dengan pemeriksaan kesehatan reproduksi.
Maria menyampaikan bahwa pemeriksaan bagi siswa SD tidak memerlukan pengambilan darah, sehingga orangtua tidak perlu merasa cemas.
“Maka jangan khawatir, tidak ada yang diberi suntikan. Pemeriksaannya hanya mencakup tinggi badan, berat badan, tekanan darah, gigi, mata, dan telinga,” katanya.
2. Sebutkan 12 tempat pelaksanaan CKG
Lokasi pemeriksaan kesehatan bagi siswa-siswi tersebut berada di berbagai tempat mulai dari Jakarta, Bandung, Sidoarjo, hingga Tangerang. Berikut 12 titik pelaksanaan di berbagai wilayah:
Sekolah Dasar Cideng 02 Jakarta Pusat
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Jagakarsa Jakarta Selatan
SMKN 26 Jakarta Timur
Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Kedoya, Jakarta Barat
Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Tangerang Selatan
SD Prestasi Global, Depok
SMPN 5 Kota Bandung
Madrasah Tsanawiyah Persis 1-2 Kota Bandung
SLB Negeri Semarang
SMPN 1 Padangan Bojonegoro
Pesantren Al-Amanah, Sidoarjo
SMPK Penabur Gading Serpong
3. Pemeriksaan dilakukan dengan kerja sama antara tenaga kesehatan dan guru di sekolah
Bekerja sama antara tenaga kesehatan (nakes) dan guru di sekolah, persiapan telah dilakukan tujuh hari sebelum pelaksanaan.
Maria menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan di dua ruang yang berbeda, yaitu ruang pertama untuk pemeriksaan fisik, lalu ruang kedua untuk pemeriksaan mata dan telinga.
“Pelaksanaan dilakukan melalui dua ruangan, satu di antaranya digunakan untuk pemeriksaan fisik seperti gizi, tekanan darah, dan kesehatan gigi, sedangkan yang lainnya untuk pemeriksaan mata dan telinga. Tambahan di lapangan digunakan untuk mengecek kebugaran oleh guru olahraga,” ujarnya.
Anak yang mengalami gangguan kesehatan akan dirujuk ke Puskesmas, sementara anak yang kurang sehat atau mengalami obesitas akan mengikuti program pembelajaran dari sekolah dan Puskesmas.
Menteri Kesehatan Mengungkap Rencana Zeni TNI AD Dilibatkan Membangun Rumah Sakit di Wilayah Rentan


