Tantangan dan Peluang dalam Kepemilikan Rumah di Indonesia
Kepemilikan rumah bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, semakin sulit untuk diwujudkan. Harga properti yang terus meningkat tidak sejalan dengan pertumbuhan pendapatan masyarakat. Selain itu, suku bunga kredit yang fluktuatif dan biaya uang muka yang tinggi juga menjadi hambatan utama. Hal ini membuat banyak orang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal yang layak.
Dalam situasi seperti ini, insentif fiskal dari pemerintah menjadi salah satu harapan bagi masyarakat. Perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) hingga Desember 2025 diharapkan dapat memberikan peluang bagi sebagian masyarakat untuk membeli rumah pertama mereka.
Andry Law, Vice President Marketing Rumah123, menyampaikan bahwa tren historis menunjukkan bahwa insentif pembebasan PPN memiliki dampak nyata terhadap peningkatan minat pembelian rumah, terutama bagi segmen pembeli pertama. Ia mencatat bahwa saat insentif diberlakukan kembali pada Januari 2025, pertumbuhan minat mencapai 48 persen dibanding tahun sebelumnya.
Namun, Andry juga menegaskan bahwa insentif bukanlah solusi tunggal. Masih ada tantangan besar yang harus dihadapi, termasuk keterjangkauan harga dan distribusi pasokan hunian yang belum merata. Oleh karena itu, peran platform digital dalam mempertemukan pencari rumah dengan berbagai pilihan yang sesuai kemampuan dan kebutuhan mereka menjadi sangat penting. Marketplace seperti Rumah123 berusaha menghadirkan pengalaman pencarian yang lebih terarah, transparan, dan relevan.
Data internal Rumah123 menunjukkan pola yang konsisten. Setiap kali stimulus diberlakukan, permintaan terhadap rumah naik signifikan. Misalnya, pada Juni 2025, sebulan sebelum insentif diperpanjang, permintaan hunian naik 42 persen secara tahunan. Hal ini menandakan bahwa banyak masyarakat menunda keputusan pembelian hingga ada kepastian soal kebijakan insentif.
Meskipun demikian, kenaikan minat belum tentu diikuti realisasi transaksi. Tantangan seperti keterbatasan dana awal, akses terhadap pembiayaan, serta keterbatasan pilihan rumah terjangkau di lokasi strategis masih menjadi penghalang besar. Kondisi ini mendorong banyak platform dan pengembang melakukan pendekatan yang lebih inklusif, seperti menyediakan informasi rumah seken, hunian lelang, atau rumah dijual cepat yang umumnya ditawarkan dengan harga lebih rendah.
Alternatif ini sering kali menjadi jalan keluar bagi mereka yang tidak mampu mengakses rumah baru dari pengembang besar. Di tengah kemajuan teknologi, solusi digital dan data analytics kini berperan penting dalam membentuk pasar properti yang lebih terbuka dan efisien.
Namun, selama rumah masih diperlakukan sebagai komoditas spekulatif dan bukan kebutuhan dasar yang dilindungi negara, maka kesenjangan kepemilikan rumah akan terus melebar. Untuk yang sedang mencari rumah baru, baik rumah pertama atau rumah lain untuk investasi, PropVaganza 2025 oleh Rumah123 kini hadir di Gandaria City hingga 3 Agustus. Pameran ini diklaim menjadi lanjutan dari komitmen Rumah123 sebagai marketplace properti terbesar di Indonesia untuk terus hadir lebih dekat dan membantu masyarakat mewujudkan hunian impian mereka.
