SudutBogor– Ketua DPP PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, menjelaskan alasan mengapa nama Hasto Kristiyanto tidak dimasukkan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) dalam struktur kepengurusan DPP PDIP periode 2025–2030. Hal ini karena dalam struktur kepengurusan tersebut, Megawati memangku jabatan sebagai Ketua Umum sekaligus Sekjen.
Ribka yakin, keputusan tersebut diambil setelah pertimbangan yang matang. Terlebih lagi, pelantikan pengurus dilakukan sebelum Hasto Kristiyanto tiba di tempat Kongres VI PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).
“Tidak, ada banyak pertimbangan. Ibu ini memang ingin melakukan rehabilitasi juga, bukan? Dia tahu seluruh masyarakat bahwa Hasto tidak memiliki stigma karena korupsi. Ini penting,” ujar Ribka setelah penutupan Kongres VI PDIP di Bali, Sabtu (2/8).
Ribka mengungkapkan, Megawati mempertimbangkan aspek pendidikan politik dalam mengambil keputusan tersebut. Menurutnya, nama Hasto perlu dihindari dari isu-isu yang bisa dimanfaatkan pihak luar untuk melemahkan partai.
“Ini juga merupakan pembelajaran politik. Janganlah begitu Pak Hasto, nanti di luar berbeda. Nanti akan dijadikan bahan perdebatan Pak Hasto tidak menjadi Sekjen karena masalah tahanan korupsi. Hal itu harus jelas terlebih dahulu. Jika sudah, maka itu sudah selesai. Ibu juga sedang melakukan rehabilitasi,” jelasnya.
Mengenai dominasi wajah-wajah lama dalam struktur DPP PDIP, menurut Ribka, hal ini merupakan bagian dari strategi partai dalam menghadapi tantangan politik di masa depan. Menurutnya, konsistensi dan pengalaman para kader menjadi pertimbangan utama.
“Tidak mudah juga. Ibu tadi juga mengatakan bahwa awalnya ingin masuk muda, tapi melihat situasi seperti ini. Perlu yang sebelumnya dulu. Pemilu kemarin sangat luar biasa. Jika bukan yang sudah teruji, tidak gampang juga,” tegasnya.
Selanjutnya, Ribka memastikan bahwa Hasto akan tetap memiliki posisi istimewa di hati Megawati serta di kalangan kader PDIP. Proses pemulihan reputasi dan rehabilitasi menjadi prioritas yang juga dihargai oleh anggota partai.
“Intinya, Ibu tahu siapa Hasto. Ini bukan masalah tidak dihargai. Justru sedang dilindungi agar tidak terus dijegal. Hasto telah memberikan kontribusi besar, dan nanti pasti ada kesempatan untuk kembali,” katanya.
Ketika ditanya mengenai waktu pengiriman struktur kepengurusan baru kepada Kementerian Hukum (Kemkum), Ribka menyatakan bahwa seluruh proses akan dilakukan sesuai dengan mekanisme internal partai dan tidak terburu-buru.
“Biasanya nanti sudah lengkap. Ya tidak mungkin diberikan ke Kemkum belum ada Sekjen,” tutupnya.
