Ketua RT-RW Bogor Ikut Retret Seperti Menteri, Dapat SK Jabatan 5 Tahun

Ketua RT-RW Bogor Ikut Retret Seperti Menteri, Dapat SK Jabatan 5 Tahun

SUDUTBOGOR – Para Ketua Rukun Tetangga (RT) hingga Rukun Warga (RW) ternyata juga mengikuti pelatihan sebelum menjabat.

Rapat ini merupakan program pelatihan dan pendidikan nasional yang pernah diadakan oleh menteri-menteri Presiden Prabowo.

Pada masa itu, para menteri dalam kabinet Presiden Prabowo menghadiri sebuah retreat yang diselenggarakan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Ternyata, kegiatan ini memberikan semangat kepada para ketua RT dan RW untuk memperoleh pendidikan dasar kepemimpinan yang sama seperti para menteri.

Lurah Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, merupakan sumber dari RT RW ini.

Mereka menyelenggarakan acara retret di Bandar Udara Atang Sendjaja Bogor (ATS), Sabtu (25/10/2025).

Jika para menteri bertahan selama beberapa hari, ketua RT dan RW kali ini hanya menghabiskan satu hari penuh bersama para anggota TNI Angkatan Udara.

Apa yang mereka peroleh dari retret sehari tersebut mencakup pelatihan kepemimpinan diri, teknik pengawasan wilayah, serta penguatan nilai-nilai cinta tanah air.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, hadir secara langsung dalam kegiatan retret tersebut dan menutup acara tersebut sambil memberikan surat keputusan (SK) kepada seluruh RW dan RT.

Jenal Mutaqin menyatakan, konsep kegiatan ini adalah yang pertama kali diadakan di Kota Bogor.

Ini kali pertama pelantikan RT dan RW dilakukan secara bersamaan dan diadakan di Lanud ATS.

Berbagai jenis materi telah disampaikan, pengalaman baru juga diperoleh, dan yang paling penting adalah para bapak dan ibu dapat saling mengenal satu sama lain,” kata Jenal Mutaqin.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin

Kepada seluruh peserta, Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa RT dan RW merupakan pasukan yang mendukung wali kota dan wakil wali kota dalam menjalankan berbagai program pemerintah, khususnya dalam upaya membawa Kota Bogor menjadi lebih makmur di masa depan.

Oleh karena itu, menurut Jenal Mutaqin, mereka merupakan pejabat yang memiliki posisi paling penting, karena secara langsung berinteraksi dengan masyarakat di tingkat bawah.

“Orang tua adalah yang harus memiliki mental baja ketika terjadi masalah di wilayah yang perlu diselesaikan dan segera dituntaskan,” tegasnya.

Jenal Mutaqin berharap, para ketua RT dan RW yang telah dilantik serta mendapatkan pembekalan dapat terus bekerja sama dan bersungguh-sungguh dalam melayani Kota Bogor.

“Mereka perlu berani muncul di tengah masyarakat ketika muncul masalah, seperti kasus warga yang tidak bisa bersekolah maupun isu sosial lainnya di lapangan,” katanya.

Bahwa keinginan bapak-ibu untuk menjadi RW dan RT adalah pilihan yang tidak dipaksakan.

Lima tahun mendatang, semoga Kedung Waringin menjadi kelurahan terdepan dalam memperjuangkan hak-hak dasar warga,” lanjut Jenal Mutaqin.

Selain itu, ia menekankan bahwa RT dan RW merupakan perpanjangan tangan dari wali kota dan wakil wali kota.

Di tengah perubahan yang terjadi di Kota Bogor, RT dan RW perlu mampu menjadi ujung tombak dalam masyarakat.

“Dengan sistem pendidikan semacam ini, penguatan lembaga dan pemahaman tugas diharapkan mampu menciptakan kekompakan antar pengurus, sehingga terbentuk satu suara, Kedung Waringin, Tanah Sareal, dan Kota Bogor,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Kedung Waringin, Kurniawati Arik Purwani, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara pengurus RT dan RW.

“Menyesuaikan langkah RT dan RW dengan program Pemerintah Kota Bogor, khususnya program prioritas yang akan berlangsung hingga masa jabatan berakhir pada tahun 2030 mendatang,” ujar Kurniawati.