Dampak Sikel Tropis Iggy di Tanah Air

Perkembangan Siklon Tropis Iggy

Siklon Tropis Iggy yang terpantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berada di perairan bagian selatan Jawa Barat. Lokasi siklon ini sekitar 600 kilometer arah barat daya dari Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis, 1 Januari 2026.

Berdasarkan analisis BMKG, gerak Siklon Tropis Iggy berarah tenggara–selatan dengan kecepatan 8 knot atau 15 kilometer per jam. “Bergerak menjauhi wilayah Indonesia,” kata prakirawan cuaca BMKG Hesti Heningtiyas dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Januari 2026.

Kekuatan siklon tropis tersebut mencapai 40 knot atau 75 kilometer per jam, yang termasuk kategori 1. Dalam waktu 24 jam berikutnya atau hingga Jumat, 2 Januari 2026, pukul 13.00 WIB, siklon tropis ini diprediksi akan terus bergerak menjauh di Samudra Indonesia atau sekitar 740 kilometer dari selatan Cilacap.

Siklon tersebut bergerak ke tenggara dengan kecepatan 8 knot atau 15 kilometer per jam. Kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Iggy dalam 24 jam ke depan diprediksi meningkat menjadi kategori 2. Dengan kekuatan yang meningkat, siklon ini akan terus bergerak ke arah tenggara dan menjauhi wilayah Indonesia.

Dampak Siklon Tropis Iggy

Menurut BMKG, perkembangan Siklon Tropis Iggy memberikan dampak tidak langsung terhadap perairan wilayah di Indonesia. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Adapun ketinggian gelombang dalam kategori sedang sekitar 1,25–2,5 meter di perairan Samudra Indonesia arah barat Bengkulu. Sementara gelombang kategori tinggi berkisar 2,5–4 meter di Samudra Indonesia arah barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Timur.

Sejarah Pembentukan Siklon Tropis Iggy

Siklon Tropis Iggy, menurut BMKG, merupakan hasil perkembangan dari bibit siklon tropis 90S yang tumbuh sejak 29 Desember 2025 pukul 13.00 WIB di Samudra Hindia barat daya Lampung. Perkembangannya mencapai intensitas siklon tropis pada 1 Januari 2026 pukul 10.00 WIB.

Dengan informasi ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan cuaca serta informasi resmi dari BMKG. Meski siklon ini tidak langsung mengancam wilayah Indonesia, potensi hujan deras dan gelombang tinggi tetap perlu diperhatikan agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.