Penyebab Berhentinya Operasional BisKita Trans Pakuan
Pada akhir tahun 2025, masa kontrak antara Pemerintah Kota Bogor dengan penyedia jasa Biskita Trans Pakuan berakhir. Akibatnya, layanan transportasi umum ini sempat dihentikan dan tidak dapat melayani penumpang sejak awal tahun 2026. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan transportasi massal bagi masyarakat setempat.
Untuk mengembalikan operasional Biskita Trans Pakuan, pihak pemerintah harus melakukan perbaruan kerjasama melalui sistem lelang. Namun, proses lelang tersebut memerlukan waktu yang cukup lama karena melibatkan beberapa tahapan yang harus diselesaikan. Akibatnya, transportasi massal ini harus tetap berhenti lebih lama, sehingga menimbulkan dampak terhadap para pengguna setia.
Solusi untuk Mengakomodir Kebutuhan Masyarakat
Agar bisa terus melayani masyarakat, Pemerintah Kota Bogor bersama operator mencari solusi alternatif. Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyampaikan bahwa hasil dari pembahasan tersebut adalah Biskita Trans Pakuan akan kembali beroperasi secara mandiri. Saat ini, operasional telah dimulai kembali, namun hanya pada koridor 2 dengan rute Ciawi-Terminal Bubulak.
Menurut Dedie Rachim, seluruh koridor akan kembali beroperasi mulai pekan depan, yaitu pada hari Senin (5/1/2026). Meskipun demikian, pemerintah daerah tidak memberikan subsidi hingga proses lelang selesai. Meski begitu, tarif Biskita Trans Pakuan dipastikan tidak akan mengalami kenaikan. “Untuk sementara non subsidi dikelola operator dengan tarif sama,” ujarnya.
Faktor Lain yang Menyebabkan Berhentinya Operasional
Selain masalah kontrak yang habis, Dedie A Rachim menjelaskan bahwa ada beberapa faktor lain yang turut memengaruhi berhentinya operasional Biskita Trans Pakuan. Salah satu isu utama adalah biaya operasional kendaraan yang belum sesuai dengan kondisi di lapangan. Misalnya, penambahan halte atau bus stop memengaruhi biaya operasional. Selain itu, jam operasi dan sumber daya manusia juga menjadi bahan diskusi.
“Sehubungan dengan hal tersebut kita sedang mencoba mencarikan solusi tercepat dan terbaik,” katanya. Dengan adanya upaya ini, diharapkan Biskita Trans Pakuan dapat segera kembali beroperasi secara normal tanpa menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.
