Asal Usul Penempatan Kapten di Sisi Kiri Kokpit Pesawat
Setiap kali Anda naik pesawat komersial, mungkin pernah terpikir mengapa kapten selalu duduk di sisi kiri, sedangkan kopilot berada di sisi kanan. Pertanyaan ini tidak hanya terjadi pada pesawat komersial, tetapi juga pada penerbangan militer dan jenis pesawat lainnya, kecuali pesawat tempur. Apakah hal ini sekadar kebiasaan atau ada alasan yang lebih dalam?
Ternyata, penempatan kapten di sisi kiri bukanlah keputusan sembarangan. Hal ini merupakan standar internasional yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad. Tradisi ini bermula dari era awal penerbangan abad ke-20. Banyak pilot pertama berasal dari latar belakang militer. Pada masa itu, konfigurasi kendali pesawat membuat posisi kiri lebih ergonomis bagi pilot utama untuk mengoperasikan kontrol utama dan tuas tenaga mesin secara efisien.
Kebiasaan tersebut kemudian berkembang menjadi standar global. Produsen pesawat besar seperti Boeing dan Airbus merancang kokpit dengan asumsi bahwa kapten duduk di kiri. Pada pesawat seperti Boeing 737, Airbus A320, hingga Boeing 777, desain panel instrumen, sudut pandang ke landasan, hingga tata letak tombol darurat telah disesuaikan dengan konfigurasi tersebut.
Maskapai di seluruh dunia, termasuk Garuda Indonesia, juga mengikuti standar yang sama demi konsistensi dan keselamatan. Meski kapten duduk di kiri, bukan berarti hanya dia yang mengendalikan pesawat. Dalam banyak penerbangan, kopilot (first officer) bisa menjadi “pilot flying” atau yang secara aktif mengendalikan pesawat. Namun secara tanggung jawab hukum dan komando, kapten tetap menjadi pengambil keputusan tertinggi di dalam pesawat.
Mengapa Standar Ini Penting?
Dalam dunia penerbangan, konsistensi adalah kunci. Bayangkan jika setiap maskapai bebas menentukan posisi kapten. Proses pelatihan, simulasi darurat, hingga perpindahan pilot antar-maskapai bisa menjadi rumit dan berisiko. Karena itu, standar posisi kapten di kiri telah menjadi aturan tak tertulis yang dijaga ketat oleh industri penerbangan global.
Beberapa alasan utama di balik standar ini adalah:
- Ergonomi dan Fungsionalitas: Pada awal penerbangan, banyak pesawat dirancang dengan sistem kontrol yang lebih mudah diakses oleh tangan kanan. Hal ini memengaruhi posisi pilot utama, yang biasanya menggunakan tangan kanan untuk mengontrol pesawat.
- Keselamatan: Dengan posisi kapten di sisi kiri, ia dapat memiliki pandangan yang lebih baik terhadap landasan saat mendarat. Hal ini sangat penting dalam situasi darurat.
- Standarisasi Pelatihan: Pilot yang terlatih di satu maskapai akan lebih mudah beradaptasi dengan maskapai lain karena desain kokpit yang serupa.
Peran Kopilot dalam Penerbangan
Meskipun kapten memiliki otoritas tertinggi, kopilot memainkan peran penting dalam penerbangan. Dalam beberapa penerbangan, kopilot bisa menjadi “pilot flying” yang secara langsung mengendalikan pesawat. Namun, dalam situasi darurat atau keputusan penting, kapten tetap bertanggung jawab penuh atas keputusan akhir.
Pembagian peran ini mencerminkan sistem kerja yang terstruktur dan saling mendukung antara kapten dan kopilot. Hal ini memastikan bahwa setiap penerbangan dilakukan dengan aman dan efisien.
Kesimpulan
Saat Anda duduk sebagai penumpang dan melihat kokpit dari pintu masuk sebelah kiri pesawat, kini Anda tahu — posisi kapten di kiri bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari sistem keselamatan dunia yang sudah teruji waktu. Dari sejarah penerbangan hingga standarisasi modern, penempatan kapten di sisi kiri adalah hasil dari pengalaman dan kebutuhan keselamatan yang terus berkembang.
