4 Masjid di Arab Saudi Berdiri Sejak Masa Nabi Muhammad

Sejarah Masjid-Masjid Bersejarah di Makkah

Masjid-masjid yang ada di Arab Saudi memiliki peran penting dalam sejarah Islam. Mereka menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa penting yang terjadi selama masa Nabi Muhammad SAW. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa masjid bersejarah yang dibangun sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

1. Masjid Quba



Masjid Quba adalah masjid pertama yang didirikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya pada tahun 622 Masehi. Masjid ini terletak di barat daya kota al-Madinah dan berada di sepanjang Jalan Hijrah yang menghubungkan Madinah Munawwarah dengan Makkah Mukkaramah. Selama ratusan tahun, Masjid Quba telah mengalami berbagai renovasi hingga era modern.

Luas area salat Masjid Quba mencapai 5.035 m², sedangkan total lahan masjid mencapai 13.500 m². Masjid ini mampu menampung sekitar 20 ribu jamaah. Struktur bangunan terdiri dari dua lantai, tujuh pintu masuk utama, dan dua belas pintu sekunder. Selain untuk keperluan salat, masjid ini juga menyediakan jalur khusus untuk pejalan kaki serta fasilitas seperti kamar hotel dan toko yang menjual barang dagangan.

2. Masjid Nabawi



Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid paling bersejarah bagi umat Islam. Masjid ini dibangun oleh Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya pada tahun 622 Masehi, setelah Masjid Quba. Desain awalnya menggunakan atap dari batang dan daun pohon palem. Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, Masjid Nabawi diperbarui dengan menambahkan dinding dari batu lumpur dan atap yang lebih tinggi.

Masjid Nabawi memiliki bentuk persegi panjang dengan dua lantai dan atap datar yang dilengkapi dengan 27 kubah geser. Salah satu kubah yang paling dikenal adalah Kubah Hijau, yang pertama kali dicat hijau pada tahun 1837. Sejak tahun 1994 hingga saat ini, Masjid Nabawi memiliki total sepuluh menara dengan ketinggian masing-masing 104 meter.

3. Masjid Al-Jummah



Masjid Al-Jummah memiliki makna sejarah yang sangat penting. Di tempat ini, Nabi Muhammad SAW memimpin salat Jum’at pertama sekaligus menjadi khatib atau penceramah sebelum salat dimulai. Diketahui bahwa sebanyak 100 Muslim ikut serta dalam salat Jum’at pertama ini.

Masjid Al-Jummah awalnya dibangun dari batu dengan ukuran lebar 4,5 meter, panjang 8 meter, dan tinggi 5,5 meter. Atap kubahnya dibuat dari batu bata merah. Selama sejarahnya, masjid ini mengalami beberapa kali renovasi, termasuk renovasi terakhir yang dipimpin oleh Syed Hasan Asy-Syarbatli pada pertengahan abad ke-19.

4. Masjid Al-Jinn



Masjid Al-Jinn memiliki cerita unik. Menurut kisah, masjid ini menjadi tempat Nabi Muhammad SAW bertemu dengan sekelompok jin dan memberi mereka ajaran Islam. Jin-jin tersebut mendengarkan ayat suci Al-Qur’an dengan penuh perhatian.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada masa Kekhalifahan Ummayah, Masjid Al-Jinn dikenal sebagai masjid penjaga karena para penjaga biasanya berkumpul dan tinggal di sekitar masjid. Masjid ini juga mengalami beberapa kali renovasi sepanjang sejarahnya. Perluasan terakhir terjadi pada tahun 2010 di bawah pemerintahan Raja Fahd Bin Abdulaziz Al Saud. Fungsi masjid ini kemudian diperluas menjadi tempat parkir, restoran, dan pusat perbelanjaan.

Penutup

Meskipun zaman semakin berkembang, masyarakat Muslim tetap menjaga eksistensi masjid-masjid ini meskipun kerajaan berganti. Ini menunjukkan betapa pentingnya masjid-masjid ini dalam sejarah Islam. Mereka tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi bisu dari perjalanan agama Islam sejak awal.