SUDUTBOGOR.CO.ID, JAKARTA — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menerima laporan korps kenaikan pangkat dari 57 perwira tinggi (pati) TNI di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (26/3/2026). Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 pati berasal dari TNI AD, 9 pati dari TNI AL, dan 1 pati dari TNI AU.
Khusus bagi para pati yang bertugas di Kodam Jaya, mereka mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi karena mengalami validasi organisasi. Beberapa nama yang termasuk dalam kenaikan pangkat ini antara lain:
- Pangdam Jaya Letjen Deddy Suryadi
- Kasdam Jaya Mayjen Zulhadrie S Mara
- Asrendam Jaya Brigjen Chandra Ariyadi Prakdsa
- Asintel Kasdam Jaya Brigjen Sri Marantika Beruh
- Asops Kasdam Jaya Brigjen M Iswan Nusi
Dalam catatan, Brigjen M Iswan Nusi, yang merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 2001, juga diketahui sebagai kakak ipar Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Inf Teddy Indra Wijaya.
Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan bagian dari pembinaan karier yang dilaksanakan secara sistematis dan profesional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja organisasi serta memastikan keberlanjutan kepemimpinan yang kuat dan adaptif dalam menghadapi tantangan tugas yang dinamis.
“Pelaksanaan sertijab dan laporan korps kenaikan pangkat ini mencerminkan komitmen TNI dalam memperkuat organisasi melalui regenerasi kepemimpinan yang profesional dan adaptif dalam menghadapi tantangan tugas yang dinamis,” ujar Jenderal Agus dalam siaran pers Puspen TNI.
Dikutip dari siaran Pendam Jaya, validasi organisasi menegaskan posisi strategis Kodam Jaya dalam struktur TNI, khususnya dalam mendukung kesiapsiagaan serta pengamanan wilayah Ibu Kota Negara. Pangdam Jaya Letjen Deddy pun menyampaikan selamat kepada pati yang naik pangkat serta pejabat yang menerima amanah jabatan baru.
Validasi organisasi Kodam Jaya memperkuat struktur TNI yang memiliki peran strategis dalam memastikan kesiapan dan ketangguhan pengamanan Ibu Kota. Kodam Jaya siap mendukung kebijakan Panglima TNI dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa TNI terus berupaya memperkuat jaringan keamanan yang solid dan efektif di berbagai tingkatan.
Selain itu, kegiatan kenaikan pangkat ini juga menjadi momen penting dalam memastikan bahwa para perwira tinggi TNI tetap siap menjalankan tugas-tugas strategis dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan yang lebih baik. Ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kontribusi para perwira dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
Panglima TNI menekankan bahwa kenaikan pangkat tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan pemimpin masa depan yang tangguh dan berkompeten. Dengan demikian, TNI akan tetap menjadi institusi yang stabil, profesional, dan mampu menjawab berbagai tantangan di tengah dinamika global saat ini.
