Final Liga Voli Korea – KYK Siap Tumbangkan Megawati-Red Sparks, Garansi Kemenangan dalam 3 Laga untuk Pendukung Indonesia


SUDUTBOGORMegawati Hangestri Pertiwi perlu mengaku kemenangan pesepakbolanya di pertandingan perdana antara Daejeon JungKwanJang Red Sparks melawan Incheon Heungkuk Life Pink Spiders dalam babak final Liga Bola Voli Korea.

Final Liga Voli di Korea memberikan platform idaman untuk Megawati Hangestri Pertiwi.

Bukan hanya memiliki kesempatan untuk memenangkan gelar juara bersama Red Sparks untuk kali pertamanya, Megawati juga harus menghadapi salah satu pemain bola voli terbaik di dunia, Kim Yeon-koung.

Juara liga dari Korea, Jepang, dan Turki serta penerima penghargaan pemain terbaik Olimpiade tersebut akan mengundurkan diri setelah musim berakhir.

Meskipun Megawati tak keberatan menjadi kandidat pengganti pensiun setelah juara melawan idola pilihannya itu, namun harapan untuk mendapatkan hasil positif belum terwujud dalam pertandingan pembuka babak final.

Tim Red Sparks mengalami kekalahan dengan skor telak 3-0 (25-21, 25-22, 25-19) dalam pertandingan yang berlangsung pada Senin (31/3/2025) di Samsan World Gymnasium, Incheon, Korea Selatan.

Megawati dan timnya menampilkan perlawanan dengan mengambil alih kepemimpinan dalam beberapa pertandingan.

Gorila, performa tim kuda hitam mengalami ketidakstabilan saat mencapai titik-titik penting sehingga akhirnya terpaut jauh dan menelan kekalahan dalam kedua set awal tersebut.

Pada set ketiga, Pink Spiders berhasil menghentikan Red Sparks sama sekali.

Ketika Megawati mengalami kebuntuan akibat serangan bertubi-tubih yang diblokir, Kim Yeon-koung tetap tidak tertahan dan berhasil mencetak rasio serangan sukses sebesar 86 persen di set tersebut.

Pada usia 37 tahun, sang kapten voli menyulitkan para pemain Red Sparks dengan serangannya yang tajam dalam skema permainan tersebut.
quick open
seperti bola-bola yang berada di bawah garis antena.

“Telah menjadi tujuan kami untuk bersiap-siap sejak lama guna mencapai babak akhir ini, dan saya sungguh antusias untuk bertanding,” kata Kim, seperti yang dikutip dari sumber tersebut.
News1.kr
.

“Saya menyaksikan kondisi tubuh saya secara cermat saat istirahat, dan hal tersebut tercermin pada kemenangan dia,” tambah atlet yang biasa dipanggil dengan singkatan KYK tersebut.

Tim Pink Spiders mendapat manfaat dari kesuksesannya dalam memastikan kemenangan gelar juara musim reguler sejak akhir putaran keenam atau babak terakhir.

Selain mendapat hak istimewa langsung menuju babak final, Kim Yeon-koung dan kawan-kawannya kerap dipertahankan dalam pertandingan-pertandingan tersisa guna mempertahankkan kondisi fisik mereka.

Keberhasilan Pink Spiders semakin meningkat berkat sukses menempati puncak klasemen musim regular yang mengantarkan mereka untuk bertanding di markas sendiri pada dua pertandingan awal dan juga laga kelima dalam putaran final.

Rencana KYK bagi peminatnya yang ingin pensiun semakin menarik, sehingga semua tiket untuk dua pertandingan awal telah ludes terjual kepada para pendukung.

Tentunya mereka berharap dapat menyaksikan KYC tampil sebanyak mungkin hingga akhir kariernya.

Namun, Kim menyebut tujuannya adalah untuk meraih kemenangan di partai puncak dengan cepat, yaitu dalam tiga pertarungan berturut-turut.

“Keinginan saya adalah untuk menjaga kecepatan dari permainan awal dan bersiap dengan optimal untuk babak kedua dan ketiga,” jelas Kim kembali.

Akan kumasukkan ke dalam permainan ketiga. Saya rasa tak akan ada lagi sesuatu setelah pertandingan ketiga.