Kondisi Pintu Air Cibunar yang Rusak Mengancam Warga
Pintu air Cibunar, yang berada di Desa Cibunar, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, kini mengalami kerusakan serius. Pintu air ini bertugas mengontrol debit air dari Kali Cimenceri, namun sejak sekitar 15 tahun lalu, alat tersebut tidak lagi berfungsi dengan baik.
Setiap kali terjadi hujan deras, kawasan Cibunar sering terkena dampak banjir. Banjir tersebut berasal dari meluapnya air di Kali Cimenceri yang tidak dapat dikendalikan oleh pintu air yang rusak. Hal ini membuat warga setempat merasa khawatir dan membutuhkan penanganan segera.
Kepala Desa Cibunar, Sarjono, mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya menyampaikan permasalahan ini kepada instansi terkait. Ia berharap agar masalah ini bisa segera ditangani, meskipun sampai saat ini belum ada tindakan nyata yang dilakukan.
“Saya sudah ajukan permohonan perbaikan, tetapi sampai sekarang belum disetujui. Ini tugas Dinas PUPR,” ujar Sarjono, Senin (21/7/2025). Ia menambahkan bahwa dirinya hanya ingin warga tidak lagi terkena dampak banjir. Untuk itu, ia berharap agar perbaikan pintu air segera direalisasikan.
Sarjono juga mengungkapkan bahwa ia telah mencoba beberapa upaya untuk mengatasi masalah banjir akibat meluapnya air di Kali Cimenceri. Namun, anggaran yang tersedia tidak cukup untuk menyelesaikan masalah secara keseluruhan.
“Sejak masa Pak Edy dan Pak Icang, semua sudah diajukan. Saya pasang pondasi itu,” jelasnya. Ia menjelaskan bahwa dana yang digunakan berasal dari penghasilan wisata sebesar Rp 50 juta, namun dipotong pajak sebesar 12 persen, sehingga tersisa Rp 38 juta. Untuk biaya pondasi, ia menghabiskan Rp 60 juta, sementara sisanya dibangun menggunakan uang pribadinya.
Upaya yang Dilakukan oleh Kepala Desa
Meski menghadapi keterbatasan dana, Sarjono tetap berkomitmen untuk melakukan segala cara agar warga Cibunar tidak lagi terkena banjir. Ia bahkan rela menggunakan uang pribadi untuk membangun pondasi sebagai langkah sementara mengatasi masalah banjir.
Ia berharap agar masyarakat dan pemerintah daerah lebih memperhatikan kondisi pintu air yang rusak. “Saya hanya ingin warga tidak lagi teedampak banjir. Untuk itu semoga perbaikan pintu air segera direalisasikan,” katanya.
Selain itu, Sarjono juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi cuaca ekstrem. Ia menekankan pentingnya kesiapan dalam menghadapi musim hujan yang sering kali membawa risiko banjir.
Perlu Tindakan Nyata dari Pemerintah
Permasalahan ini menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur seperti pintu air dalam mengurangi risiko bencana. Tanpa adanya perbaikan, warga akan terus menghadapi ancaman banjir yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari.
Sarjono berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki pintu air Cibunar. Ia yakin bahwa dengan perbaikan ini, warga akan lebih aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, masalah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi juga harus menjadi prioritas bersama. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait, harapan untuk mengurangi risiko banjir di Cibunar bisa terwujud.
