Pemkot Bogor Alokasikan Rp 26 Miliar Bangun Jalan Baru Batu Tulis

Pembangunan Trase Baru untuk Menggantikan Jalan Saleh Danasasmita

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor telah menyetujui anggaran sebesar Rp 26 miliar untuk membangun trase atau jalan baru. Proyek ini bertujuan untuk menggantikan Jalan Saleh Danasasmita yang tidak dapat digunakan kembali akibat bencana longsor yang terjadi pada awal Maret 2025. Penetapan anggaran ini merupakan bagian dari hasil rapat paripurna tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Perubahan 2025 Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menjelaskan bahwa proses perubahan KUA-PPAS 2025 ini merupakan komitmen pemerintah daerah bersama DPRD dalam menghadapi keterbatasan sumber pembiayaan. Dalam perubahan anggaran tersebut juga termuat dana sebesar Rp 26 miliar yang akan digunakan untuk membangun trase baru sebagai antisipasi terhadap bencana di wilayah Batutulis, khususnya Jalan Saleh Danasasmita.

Read More

Menurut Dedie, hasil kajian menunjukkan bahwa kerusakan Jalan Saleh Danasasmita akibat longsor sangat parah dan tidak memungkinkan untuk digunakan kembali. Oleh karena itu, diperlukan pembukaan jalan baru untuk mengakomodasi akses masyarakat sekitar menuju pusat kota.

Proses pembebasan lahan akan dimulai pada tahun ini. Sementara itu, pembangunan trase baru akan menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2025 atau bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dedie menyampaikan bahwa saat ini masih ada lahan yang cocok untuk menjadi trase baru. Namun, proses pembelian lahan harus melalui berbagai tahapan yang harus diselesaikan secara lengkap.

Selain itu, Pemkot Bogor terus melakukan monitoring terhadap perbaikan jalur longsor yang sedang dilakukan oleh Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Bandung. Menurut Dedie, Pemkot Bogor tidak ingin terburu-buru dan gegabah dalam menggarap proyek tersebut karena khawatir dapat menimbulkan risiko lebih besar.

Dedie menegaskan bahwa hanya setelah perbaikan jalur longsor selesai dan pekerjaannya aman, barulah jalur tersebut akan dibuka untuk kendaraan roda dua. Hal ini dilakukan agar keamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga selama proses perbaikan berlangsung.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemkot Bogor

  1. Penganggaran: Pemkot Bogor menyetujui anggaran sebesar Rp 26 miliar untuk membangun trase baru.
  2. Pembebasan Lahan: Proses pembebasan lahan akan dimulai di tahun ini.
  3. Sumber Dana: Pembangunan trase baru akan menggunakan APBD 2025 atau bantuan dari Pemprov Jawa Barat.
  4. Monitoring: Pemkot Bogor terus memantau perbaikan jalur longsor yang dilakukan oleh BTP Bandung.
  5. Keamanan: Pemkot Bogor tidak ingin terburu-buru dalam menggarap proyek, sehingga hanya akan membuka jalur setelah perbaikan selesai dan aman.

Tantangan dan Persiapan

Pembangunan trase baru ini tentu saja menghadapi berbagai tantangan, seperti proses pembebasan lahan yang memerlukan waktu dan koordinasi dengan berbagai pihak. Selain itu, diperlukan perencanaan yang matang agar trase baru dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dedie menyatakan bahwa langkah-langkah yang diambil adalah upaya untuk memastikan bahwa semua aspek terkait keamanan, kelayakan, dan keberlanjutan dijaga. Dengan demikian, masyarakat akan mendapatkan akses yang lebih baik dan aman menuju pusat kota.

Kesimpulan

Pembangunan trase baru untuk menggantikan Jalan Saleh Danasasmita merupakan langkah penting yang dilakukan Pemkot Bogor dalam menghadapi bencana alam. Dengan anggaran yang disetujui dan proses yang terencana, diharapkan trase baru ini dapat memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.