Intensitas Hujan Menurun, Wilayah Hambalang Kekeringan

Wilayah Kabupaten Bogor Dilanda Kekeringan

Pada musim kemarau tahun ini, wilayah Kabupaten Bogor mengalami kondisi kekeringan yang mulai terasa sejak pertengahan Juli 2025. Salah satu daerah yang paling terdampak adalah Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup. Masyarakat setempat mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih yang cukup untuk kebutuhan harian.

BPBD Kabupaten Bogor menerima laporan dari aparatur desa setempat bahwa wilayah tersebut sedang menghadapi krisis air. Laporan ini diterima pada Minggu (20/7/2025), dan segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, penyebab utama kekeringan ini adalah penurunan intensitas hujan yang signifikan.

Read More

“Penurunan curah hujan menyebabkan sumber mata air warga mengalami pengurangan. Hal ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari,” ujar M Adam Hamdani dalam pernyataannya Senin (21/7/2025).

Untuk menanggulangi masalah ini, BPBD Kabupaten Bogor langsung melakukan tindakan darurat. Salah satunya adalah pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak. Dalam satu kali pengiriman, BPBD telah menyediakan sebanyak 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan sementara warga.

Tim TRC BPBD Kabupaten Bogor juga turun langsung ke lokasi untuk memastikan distribusi air berjalan lancar. Mereka melakukan pendistribusian di toren DPKPP yang disediakan khusus untuk masyarakat di wilayah tersebut. Proses ini dilakukan dengan koordinasi yang baik antara BPBD dan pihak desa agar semua warga bisa mendapatkan akses air bersih secara merata.

Upaya Pemerintah Daerah

Selain pendistribusian air, pemerintah daerah juga melakukan langkah-langkah pencegahan jangka panjang. Beberapa program seperti pembuatan sumur bor dan pengelolaan sumber air lokal sedang dipertimbangkan untuk meningkatkan ketersediaan air di wilayah yang rentan kekeringan.

Kepala Desa Hambalang juga mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BPBD. Ia berharap, dengan bantuan ini, masyarakat dapat melewati masa sulit ini dengan lebih tenang. Namun, ia juga menegaskan bahwa upaya pemerintah harus terus berkelanjutan, terutama jika musim kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya.

Kondisi Masyarakat

Masyarakat di Desa Hambalang mengaku sangat terganggu dengan kondisi saat ini. Anak-anak dan orang tua menjadi yang paling merasakan dampaknya, karena kebutuhan air bersih sangat penting bagi kesehatan dan kebersihan. Banyak warga yang harus antri untuk mendapatkan air dari pos-pos yang disediakan oleh pihak desa.

Selain itu, aktivitas sehari-hari seperti mencuci, memasak, dan mandi juga terganggu. Bahkan, beberapa petani di sekitar wilayah ini mengeluhkan kesulitan dalam menjaga tanaman mereka karena tidak ada pasokan air yang cukup.

Harapan Masa Depan

Dengan situasi yang terjadi, masyarakat dan pemerintah setempat berharap adanya solusi jangka panjang. Perlu adanya kolaborasi antara pihak berwenang dan masyarakat untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air. Selain itu, edukasi tentang penghematan air dan perlindungan lingkungan juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan kekeringan di masa depan.