HARIAN BOGOR RAYA– Label alami atau organik pada kosmetik tidak menjamin keamanan bagi mata. Karena tetap bisa menyebabkan iritasi.
Berikut beberapa saran dalam memilih pembersih mata dan kosmetik mata yang aman. Yaitu dengan menjaga kelembapan mata, gunakan pembersih kosmetik mata yang mengandung minyak dan air.
Jangan mengaplikasikan kosmetik mata di sekitar garis air mata atau sudut dalam mata. “Ganti produk setiap tiga bulan, hindari berbagi kosmetik mata bahkan dengan teman dekat atau keluarga untuk mencegah penyebaran iritasi mata, serta bersihkan sikat dan alat aplikasi make up secara berkala,” ujar dokter konsultan senior oftalmologi dari SRM Global Hospital, Chennai, Dr. Venkatesan. C.
Menggunakan eyeliner dapat meningkatkan penampilan, namun sering kali menjadi penyebab tersembunyi dari masalah kesehatan mata yang umum dialami oleh kalangan muda. Dilansir dari Hindustan Times, ia menjelaskan bahwa penggunaan eyeliner bisa memiliki dampak negatif.
Karena mata merupakan organ tubuh yang paling rentan. “Saat Anda mengenakan eyeliner atau maskara, khususnya di garis bulu mata atau dekat pangkal bulu mata, sering kali bakteri, bahan kimia, dan partikel kecil masuk langsung ke lapisan air mata, penghalang pertama mata Anda,” ujarnya.
Penggunaan kosmetik mata, jelasnya, dapat menyebabkan beberapa benjolan merah di sekitar kelopak mata yang terasa nyeri akibat kelenjar minyak tersumbat. Hal ini sering terjadi karena biasanya tidak membersihkan wajah dengan benar menggunakan pembersih wajah.
Oleh karena itu, menyebabkan penumpukan kosmetik di kelopak mata. Menurut Venkatesan, kelenjar penghasil air mata juga bisa tersumbat akibat penumpukan kosmetik.
“Partikel kosmetik menghentikan produksi air mata atau cairan lainnya atau menyumbat kelenjar meibom yang bisa menyebabkan mata kering,” katanya.
Venkatesan menambahkan, kosmetik yang terkontaminasi atau sudah kadaluarsa dapat menyebabkan infeksi akibat bakteri atau virus yang berpindah dari alat kosmetik ke mata.
Kontaminasi ini juga dapat menyebabkan kemerahan, gatal, dan pembengkakan akibat zat alergi yang terkandung dalam pensil mata, eyeliner berkilau, serta bulu mata palsu.
Hal ini juga berlaku untuk tren perawatan bulu mata dengan alat yang panas dan penggunaan mascara secara berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan bulu mata rontok dan memperparah kondisi kesehatan mata.
“Pensil mata, eyeliner berkilau, serta bulu mata palsu bisa memperindah mata Anda, namun lem yang terdapat di dalamnya dapat menyebabkan infeksi, alergi, dan kerusakan jangka panjang pada bulu mata asli,” ujar Venkatesan.
Di sisi lain, make-up mata yang lebih tahan air dapat menyebabkan iritasi karena memerlukan pembersihan yang keras akibat sisa-sisa yang sulit hilang.
Menggosok area mata dengan busa yang keras dapat menyebabkan iritasi akibat gesekan dan kerusakan pada folikel bulu mata.
