Pendampingan PKN STAN Terhadap BUMDesma di Kabupaten Serang
Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) terus melakukan pendampingan terhadap Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) di Kabupaten Serang. Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2024 dan mencakup berbagai aspek, termasuk audit keuangan dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMD) Kabupaten Serang, Achmad Affandi, menjelaskan bahwa PKN STAN telah memberikan pendampingan audit kepada lima BUMDesma sejak tahun 2024. Kelima BUMDesma tersebut adalah Padarincang, Ciomas, Mancak, Bojonegara, dan Ciruas.
“Dari kelima BUMDesma tersebut, semua mendapatkan opini Wajar Tanpa Penyimpangan (WTP), kecuali Padarincang yang mendapatkan Wajar Dengan Pengucapan (WDP), tetapi sudah diperbaiki,” ujar Affandi.
Selain itu, pada tahun 2026, pendampingan juga dilakukan melalui Forum Diskusi Grup (FGD) yang diadakan oleh STAN. Fokus kegiatan ini berada di BUMDesma Bojonegara, Binuang, Cikeusal, Ciomas, dan Petir. Affandi menambahkan bahwa pada tahun ini, pendampingan juga akan dilakukan di BUMDesma Mancak.
Pendampingan yang dilakukan oleh PKN STAN tidak hanya terbatas pada aspek administrasi, tetapi juga mencakup kaitan pajak. Menurut Affandi, pajak yang dimaksud tidak hanya terkait perusahaan terbatas, tetapi juga pajak perorangan yang diatur dalam undang-undang.
“Manfaat dari pendampingan ini adalah BUMDesma menjadi lebih taat dan lebih baik. Sebuah BUMDesma bisa dikatakan sehat jika wajib bayar pajaknya patuh,” katanya.
Affandi mengatakan bahwa pendampingan telah dilakukan selama satu minggu di bulan April. Namun, untuk audit keuangan seperti tahun-tahun sebelumnya, belum dilakukan lagi.
Ia berharap PKN STAN dapat terus melakukan pendampingan, tetapi tidak hanya fokus pada beberapa BUMDesma. Di Kabupaten Serang, terdapat total 26 BUMDesma yang aktif. Selain bantuan administratif, BUMDesma juga membutuhkan masukan mengenai usaha apa yang harus dijalankan.
“Saat ini, BUMDesma fokus pada Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Namun, semakin lama kompetitor semakin banyak, jadi jangan sampai kalah saing,” ujarnya.
Oleh karena itu, disarankan agar BUMDesma membuka usaha baru dan berinovasi. “Kalau bank emok administrasinya lebih cepat, kenapa BUMDesma enggak?” tanyanya.
Alasan Memilih Mancak sebagai Fokus Pendampingan
Menyusul pertanyaan tentang alasan pemilihan Mancak sebagai fokus pendampingan tahun ini, Affandi menjelaskan bahwa STAN yang memilih, karena BUMDesma lain sudah diprioritaskan dan digeser ke Mancak. Selain itu, Mancak termasuk salah satu BUMDesma yang sudah cukup bagus.
“Mancak memiliki usaha pokok berupa SPP, yaitu kelompok perempuan yang meminjam uang di sana,” katanya.
Selain SPP, ada juga BUMDesma yang membuka usaha lain seperti dapur MBG, sewa tempat, JNE, dan lainnya. Rata-rata BUMDesma sudah profit sejak tahun 2024. Namun, masih ada beberapa BUMDesma yang tidak aktif.

