Menteri Hanif: Beban TPA Berkurang dengan Pemilahan Sampah



Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melakukan peninjauan terhadap praktik pemilahan sampah rumah tangga di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis, 26 Maret 2026. Dalam kunjungannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya sebagai langkah utama untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Hanif menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari tingkat rumah tangga. Ia menyampaikan bahwa saat ini masih belum ada kawasan perkotaan yang mampu mengelola sampah secara sempurna. Di Rorotan, pihaknya mencoba menerapkan pola sederhana dan efisien dengan memulai pemilahan sampah dari rumah tangga. “Tekanan ke Bantargebang harus dikurangi. Jika sampah organik bisa diselesaikan di rumah, beban TPA akan jauh berkurang,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat, 27 Maret 2026.

Pemilahan sampah, menurut Hanif, bukan hanya sekadar memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Lebih dari itu, pemilahan ini juga memberikan nilai tambah ekonomi dan lingkungan. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau bahan bakar alternatif, sedangkan sampah anorganik yang terpilah lebih mudah dikumpulkan dan diproses kembali.

Selama kunjungan tersebut, Hanif juga meninjau Bank Sampah Unit (BSU) Koepoe-Koepoe dan Bio Reaktor Kompos di Kelurahan Rorotan. Kedua fasilitas ini menjadi contoh penerapan pemilahan dan pengolahan sampah organik di tingkat lokal. BSU Koepoe-Koepoe mengelola sampah rumah tangga secara sistematis dan melibatkan partisipasi aktif warga. Sementara itu, Bio Reaktor Kompos memproses sampah organik menjadi kompos berkualitas yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan kegiatan pertanian kota.

Di RW 06 Kelurahan Rorotan, warga mulai menjalankan pemilahan sampah secara bertahap selama sebulan terakhir dengan dukungan aktif dari kader RT dan RW. Lurah Rorotan Ahmad Fitroh menyatakan bahwa upaya ini merupakan hasil kerja sama antara warga dan pemerintah setempat. “Kami ingin menunjukkan kontribusi nyata masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga,” ujarnya.

Hanif juga mengajak warga untuk menerapkan kebiasaan sederhana lainnya, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan wadah makanan dan minum ulang, serta mendukung Bank Sampah atau program pengolahan sampah berbasis komunitas.

Ia menambahkan bahwa KLH/BPLH bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara akan terus memonitor dan mengevaluasi implementasi program pilah sampah ini. Hasil evaluasi akan menjadi acuan untuk mendorong penerapan model serupa di kelurahan lain di DKI Jakarta maupun secara nasional.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dari rumah, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung program nasional pengelolaan sampah dan ketahanan lingkungan.